BBC

Permaisuri Malaysia tidak ingin pengkritiknya ditangkap polisi

Sang Raja Permaisuri Agong sempat kembali ke Twitter untuk minta polisi tidak menangkap pengkritiknya di media sosial.

Permaisuri Malaysia kembali ke Twitter untuk menyatakan kekecewaan kepada polisi karena menangkap orang-orang diduga menghina dirinya di media sosial.

Sang Raja Permaisuri Agong mengatakan ia dan raja tidak pernah meminta polisi untuk bertindak, dan ia sangat kesal mendengar kabar tersebut.

Hal itu diungkapkan sang permaisuri setelah polisi menangkap seorang aktivis di kota Klang pada Jumat lalu karena dituduh mengirimkan postingan yang menghina.

Raja Permaisuri Agong diduga pertama kali menghapus akunnya pada hari Rabu.

Langkah tersebut membuat ribuan warga Malaysia mendesaknya untuk mempertimbangkan kembali dan terus mengunggah kabar terbaru.

Raja Permaisuri Agong – nama lengkap Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah Sultan Iskandar – adalah istri kepala negara Malaysia saat ini.

Malaysia memiliki sistem monarki konstitusional yang tidak biasa, di mana jabatan puncaknya dirotasi antara sembilan keturunan penguasa setiap lima tahun.

Apa kata sang permaisuri?

Dalam serangkaian twit yang sekarang telah dihapus, Raja Agong Permaisuri mengatakan ia awalnya meninggalkan Twitter karena alasan pribadi.

"Saya benar-benar kesal karena polisi telah menahan orang-orang itu. Selama bertahun-tahun, saya dan suami tidak pernah membuat laporan polisi tentang komentar-komentar buruk tentang kami," tulisnya, menurut surat kabar Straits Times.

"Ini negara bebas," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved