BBC

Para ahli berhasil merekonstruksi wajah manusia purba 'misterius' Denisovans

Potongan fosil manusia purba Denisovans ditemukan pada 2008 dan mulai saat itulah para ahli tertarik untuk mengetahui keberadaannya yang diperkirakan

Sejumlah peneliti telah memberikan pandangan sekilas tentang bagaimana raut muka spesies manusia purba Denisovans.

Potongan fosil manusia purba Denisovans ditemukan pada 2008 dan mulai saat itu para ahli evolusi manusia tertarik untuk mengetahui keberadaan mereka yang diperkirakan punah sekitar 50.000 tahun silam.

Salah satu pertanyaan terbesar di kalangan para ahli itu adalah tentang paras muka Denisovans, yang selama ini tidak pernah diketahui.

Tetapi saat ini tim peneliti berhasil merekonstruksi raut muka manusia purba yang merupakan kerabat manusia modern (homo sapiens) yang telah lama hilang itu.

Siapakah Denisovans?

Sekitar 100.000 tahun silam ada beberapa kelompok manusia yang berbeda, termasuk diantaranya adalah manusia modern, Neanderthal dan Denisovans.

"Dalam banyak hal, Denisovans mirip Neanderthal tetapi dalam beberapa sifat mereka, mirip dengan kita (manusia modern) dan di sisi lain mereka memiliki keunikan," kata Prof Liran Carmel, peneliti di Universitas Hebrew Jerusalem.

Kelompok manusia purba Denisovans diperkirakan tinggal di wilayah yang kini disebut Siberia dan di kawasan timur Asia.

Para ilmuwan telah menemukan bukti bahwa spesies manusia purba itu tinggal di kawasan dataran tinggi Tibet, yang mewariskan gen untuk membantu orang modern mencapai posisi dengan intelegensia yang sama.

Sejauh ini belum diketahui penyebab mengapa mereka menghilang.

Belakangan, manusia purba Denisovans menjadi perhatian dunia setelah para arkeolog menyelidiki sisa-sisa fosil di sebuah gua di Siberia, lebih dari sepuluh tahun lalu.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved