Tiang dan Jaring Tempat Golf di Jepang Menimpa Belasan Rumah

Area latihan golf dengan nama Ichihara Golf Garden tersebut akhir minggu lalu terdengar sudah diputuskan kontraktor yang akan menyingkirkan tiang

Tiang dan Jaring Tempat Golf di Jepang Menimpa Belasan Rumah
Richard Susilo
Tiang dan jaring lapangan golf Ichihara Golf Garden rubuh menghantam belasan rumah di kota Ichihara Chiba sejak 9 September 2019 sudah dua minggu, sampai kini belum diapa-apakan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sudah lebih dua minggu, sejak 9 September 2019, pilar dan jaring lapangan latihan golf di Ichihara Chiba jatuh gara-gara taifun No.15 menimpa belasan rumah. Namun sampai kini (26/9/2019) masih belum dipindahkan sehingga membuat belasan rumah dan penghuni rumah pindah sementara ke tempat lain.

“Kita takut bencana lebih besar menghantam rumah yang telah merusak menimpa rumah kita dan sampai sekarang pun belum diapa-apakan,” ungkap salah satu penghuni Kengo Yuasa kepada TV NHK kemarin (25/9/2019).

Hal serupa juga diungkapkan seorang penduduk di sana yang tak mau disebutkan namanya Kamis ini (26/9/2019).

"Kita jadi susah saat ini. Rumah bukan rusak karena taifun tetapi justru karena ketiban tiang dan jaring lapangan golf tersebut. Padahal rmah baru beli tahun lalu ini," ungkapnya sambil menunjukkan rumahnya yang baru.

Area latihan golf dengan nama Ichihara Golf Garden tersebut akhir minggu lalu terdengar sudah diputuskan kontraktor yang akan menyingkirkan tiang tersebut. Namun sampai hari ini tidak ada perubahan apapun.

Tempat latihan golf terletak di daerah perumahan yang tenang di kota Ichihara Chiba.

Pilar-pilar baja dihantam oleh angin kencang dan tampaknya telah jatuh pada fajar pada tanggal 9 September, dan banyak rumah rusak ketiban tiang yang tingginya sekitar 130 meter dan pondasi terbuka juga mencolok.

Dua pilar baja jatuh di atap rumah dua anggota keluarga dan seorang pekerja kantor pria (61) dievakuasi ke rumah orang tuanya. Ruangan itu banjir. Alat rumah tangga tidak lagi berguna.

Namun, pihak pemilik tempat pelatihan hanya mengatakan, "Saya merasa sudah terbiasa dengan situasinya,"

Seorang pria berusia dua puluhan tidak dapat memasuki ruangan karena tiang baja di kamarnya. Saya tidak bisa mengambil barang bawaan saya, “Saya pikir lapangan golf itu tidak dikelola dengan baik bahkan dengan bencana alam ini mestinya ada semacam kompensasi diperlukan segera. Tapi sampai kini masih tak ada informasi apa pun.

Manajer pelatihan memberi tahu pada tanggal 20 September lalu, “Penjelasan tentang respons ini akan dilakukan melalui pengacara termasuk para penghuninya. "

Kengo yang konsultasi dengan pengacaranya mengungkapkan bahwa uang pindah rumah apakah bisa diganti selama stau tahun apa tidak, belum yakin sang pengacara.

"Satu tahun pun saya kira juga kurang karena perbaikan rumah dan semua biaya pemindahan, biaya sewa tempat baru dan lainnya, apakah bisa semua berjalan baik dalam satu tahun. Sangat prihatin sekali kita," tambah Kengo.

Kejadian jatuhnya tiang tinggi tempat latihan golf membuat perhatian besar kalangan pengelola lapangan golf sehingga menjelang datangnya taifun kembali kini banyak lapangan golf melepas jaringnya dan mengkonfirmasi kekuatan fondasi tiangnya agar tidak rubah dihantam taifun nantinya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved