Buat Komentar Palsu di Online Belanja Jepang Dapat 500 Yen per Produk

Saya sengaja membuat komentar yang bagus mengenai produk XXX karena dijanjikan uang 500 yen untuk sebuah komentar yang baik

Buat Komentar Palsu di Online Belanja Jepang Dapat 500 Yen per Produk
Richard Susilo
Sebuah komentar dari seorang "pembeli" produk Amazon Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Terungkap beberapa orang sengaja menjadi pembuat komentar di berbagai online belanja Jepang dibayar 500 yen per komentar di satu produk yang dijual.

"Saya sengaja membuat komentar yang bagus mengenai produk XXX karena dijanjikan uang 500 yen untuk sebuah komentar yang baik bagi produk XXX tersebut," ungkap Suzuki (nama samaran) khusus kepada Tribunnews.com Jumat ini (4/10/2019).

Pembuat komentar bagus tersebut ternyata menurutnya cukup banyak di Jepang karena warga Jepang membeli suatu produk biasanya berdasarkan komentar-komentar yang ada mengenai produk yang dijual di online belanja.

Karena mendapat insentif cukup baik 500 yen per komentar per produk, biasanya orang seperti Suzuki raji memberikan komentar ke produk lainnya pula.

"Cukup banyak orang China yang melakukan hal ini namun segera ketahuan biasanya karena bahasa Jepangnya agak aneh, demikian pula memakai kanji yang tak pernah dipakai di Jepang," tambahnya lagi.

Seorang pengajar universitas internasional Glocom di Jepang, Shinichi Yamaguchi mengungkapkan keprihatinannya atas hal tersebut.

"Memang benar banyak orang Jepang membeli saat ini dengan melihat komentar yang ada. Kalau banyak yang baik akan membeli kalau kebanyakan jelek tidak akan beli," ungkap Yamaguchi.

Namun belakangan dengan banyak komentar palsu tersebut, konsumen harus lebih hati-hati lagi terhadap produk yang bersangkutan.

"Hal itu membuat perubahan pola pembelian dalam waktu mendatang karena calon pembeli akan bertanya-tanya dan kurang percaya lagi akan banyak komentar yang bermunculan di produk tersebut. Dan jelas hal tersebut sangat memprihatinkan, jadi sulit kita mempercayai sebuah produk nantinya."

Upaya pemalsuan komentar-komentar di online belanja Jepang semakin banyak belakangan ini karena semakin banyak cara memberikan insentif uang seperti itu bagi produsen produk tertentu supaya barangnya biaa cepat laku.

Pihak lembaga konsumen Jepang juga sudah mulai memperhatikan hal tersebut dan sedang menyelidiki lebih lanjut untuk kemungkinan dibuatkan pengaturan sesuatu guna menekan upaya munculnya komentar palsu tersebut pada produk tertentu.

"Tentu saja apabila terdapat bukti produsen melakukan cara pemalsuan komentar tersbeut, jelas masuk tindak pidana penipuan dan bisa masuk penjara," papar sumber Tribunnews.com lagi.

Masalahnya bagaimana membuktikan adanya pemalsuan komentar tersebut memang tidaklah mudah.

Apalagi dengan bermunculan banyak akun palsu, dengan jati diri palsu pula, di sebuah online belanja besar di Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved