BBC

Amerika Serikat terapkan pembatasan visa bagi China terkait 'penindasan' terhadap minoritas Muslim Uighur

Menteri Luar negeri Amerika Serikat menuduh pemerintah China menindas warga Uighur, suku Kazakh, Muslim Kyrgyz dan kelompok minoritas Muslim

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan menerapkan pembatasan visa kepada para pejabat China yang dituduh menindas warga Muslim.

Hal ini dilakukan setelah pada hari Senin (07/10) AS memutuskan untuk memasukkan 28 organisasi China ke dalam daftar hitam terkait dugaan pelanggaran di daerah Xinjiang.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pemerintah China telah menciptakan "kampanye yang sangat represif".

China telah menyangkal dengan mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.

Lewat pernyataannya, Pompeo menuduh pemerintah China melakukan serangkaian penindasan terhadap warga Uighur, suku Kazakh, Muslim Kyrgyz dan kelompok minoritas Muslim lain.

Di antaranya adalah "penahanan massal di kamp; pengawasan teknologi tinggi dan meluas; kontrol ketat terhadap ekspresi jati diri budaya dan keagamaan; dan pemaksaan orang untuk kembali dari luar negeri tetapi kemudian mereka mengalami nasib buruk di China".

China telah menolak keras tindakan AS.

"Tidak terjadi apa yang disebut dengan 'masalah hak asasi manusia' seperti yang dikatakan AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, pada hari Senin.

"Berbagai tuduhan tersebut tidak lebih dari alasan bagi AS untuk secara sengaja melakukan campur tangan atas masalah dalam negeri China."

"Mereka dipengaruhi ekstremisme keagamaan," kata perempuan ini terkait orang-orang yang ditaruh di kamp.
BBC
"Mereka dipengaruhi ekstremisme keagamaan," kata perempuan ini terkait orang-orang yang ditaruh di kamp.

Pembatasan visa akan diterapkan kepada pejabat pemerintah China dan Partai Komunis, di samping anggota keluarganya.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved