Deutsche Welle

Bisakah Pendidikan Seks Atasi Ledakan Populasi di Pakistan?

Populasi Pakistan diperkirakan naik hampir dua kali lipat 30 tahun ke depan. Ahli berpendapat, perlu lebih banyak pendidikan tentang…

Dalam tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2,4%, PBB mengatakan bahwa populasi Pakistan bisa mencapai 403 juta orang pada tahun 2050. Untuk negara dengan pertumbuhan demografi seperti itu serta ekonomi yang menyusut, para ahli memperingatkan bahwa bencana akan terjadi, jika masalah tersebut tidak segera ditanggapi. Sekarang, anggota masyarakat sipil Pakistan mengambil tindakan.

Masyarakat sipil ikut andil

Didirikan tahun 1990-an, program Pekerja Kesehatan Wanita Pakistan telah menyediakan pelayanan penting yang mencakup berbagai layanan kesehatan ibu dan anak. Mereka menjalankan kampanye dari rumah ke rumah dan mendistribusikan alat kontrasepsi.

Namun, program yang dikelola pemerintah tengah kesulitan karena kurangnya pelatihan dan pendanaan. Relawan komunitas seperti Shahida sering tidak dibayar selama berbulan-bulan. Pekerja kesehatan terkadang terpaksa turun ke jalan menggelar aksi protes untuk menarik perhatian pemerintah.

“Ini bukan hanya soal kekurangan dana, tapi kurangnya komitmen politik untuk program keluarga berencana,” ujar Nadeem Shah, petugas medis senior di rumah sakit pemerintah provinsi setempat.

Menurut pengalamannya, sistem kesehatan publik Pakistan dianggap “bermasalah karena kurangnya pendekatan terpadu yang berkesinambungan.” Shah mengatakan bahwa sistem itu menyalahgunakan dana publik. “Itu mencerminkan kegagalan pemerintahan,” tandasnya.

Namun, masalah di ranah institusional ini juga telah menjadi penyebab kebangkitan yang tidak direncanakan. Di desa kecil tempat Shah tinggal, di Pakistan tenggara, Bhannot, hal itu telah memobilisasi masyarakat untuk menjaga kesehatan masing-masing.

Ketua komunitas dalam Inisiatif Kesehatan Masyarakat nirlaba, bertemu dua kali dalam sebulan untuk membahas akses bagi pria dan wanita pada metode keluarga berencana.

“Perilaku telah berubah, terima kasih kepada internet dan telepon seluler,” ujar Mohammed Musa Sial, aktivis sosial. “Ada kesadaran yang tumbuh diantara kalangan pria bahwa program keluarga berencana adalah ide yang bagus dan itu baik demi kepentingan mereka sendiri. Kami tidak bisa menunggu pemerintah untuk hadir membantu kami. Kami harus membantu diri kami sendiri.”

Alat kontrasepsi, tertarik?

Perdana Menteri Imran Khan mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk menangani masalah ini dengan mengalokasikan lebih banyak dana. Pemerintahannya telah membicarakan pembangunan negara sejahtera, di bawah program “Ehsaas”. Program ini telah dirancang sebagai program sosial oleh pemerintah sebelumnya, sekarang dilengkapi dengan memasukkan gagasan baru tentang pengentasan kemiskinan, kesehatan dan pendidikan.

Meskipun perencanaan tersebut terlihat bagus di atas kertas, para pengamat mengatakan pemerintah masih terlalu terganggu oleh masalah-masalah lain, termasuk permasalahan ekonomi, korupsi yang merajalela dan situasi yang bergejolak di Afghanistan dan Kashmir, untuk bisamenjalankan reformasi yang berarti.

Halaman
123
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved