Deutsche Welle

Bisakah Pendidikan Seks Atasi Ledakan Populasi di Pakistan?

Populasi Pakistan diperkirakan naik hampir dua kali lipat 30 tahun ke depan. Ahli berpendapat, perlu lebih banyak pendidikan tentang…

Namun, para ahli mengatakan bahwa penjaminan akses ke alat kontrasepsi adalah salah satu hal yang sangat penting untuk mengatasi masalah populasi Pakistan.

Sebuah laporan yang dirilis September lalu menunjukkan bahwa setengah dari 16,8 juta wanita yang sudah menikah di Pakistan tidak menggunakan alat kontrasepsi modern.

Laporan yang diproduksi bersama oleh Institut Guttmacher yang berbasis di AS dan Dewan Kependudukan di Pakistan, menunjukkan bahwa "diperkirakan ada3,8 juta kehamilan yang tidak diinginkan setiap tahun, yang sebagian besar merupakan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan atas alat kontrasepsi modern."

"Studi ini memberikan bukti kuat sebagai contoh kasus untuk investasi yang diperlukan bagi layanan keluarga berencana di Pakistan," kata Zeba Sathar, direktur negara Dewan Populasi di Pakistan dan salah satu penulis laporan itu.

Penelitiannya menunjukkan bahwa Pakistan saat ini menghabiskan 81 juta Dolar AS setiap tahunnya untuk alat kontrasepsi. Jika negara itu menggandakan pengeluarannya menjadi sekitar 173 juta Dolar AS per tahun untuk alat kontrasepsi modern, itu dapat mencegah sekitar 3,1 juta kehamilan yang tidak diinginkan setiap tahunnya, berarti penurunan sampai 82%.

Sathar telah lama berpendapat bahwa Pakistan bisa belajar banyak dari negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia, serta negara-negara yang lebih dekat seperti Iran dan Bangladesh. Melalui upaya berkesinambungan, negara-negara ini telah berhasil mengendalikan tingkat pertumbuhan penduduknya. Di Bangladesh, program melek huruf bagi wanita dan program keluarga berencana di tingkat akar rumput membantu membalikkan keadaan.

Menurut pengamat, Pakistan juga dapat membuat langkah-langkah serupa dengan memberantas pernikahan anak, meningkatkan pendidikan anak perempuan dan dengan program pemberdayaan perempuan.

Mereka menekankan, pemerintah perlu bertindak melampaui retorika mereka, untuk menjadikan program keluarga berencana sebagai prioritas nasional. (pk/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved