Deutsche Welle

Bisakah Pendidikan Seks Atasi Ledakan Populasi di Pakistan?

Populasi Pakistan diperkirakan naik hampir dua kali lipat 30 tahun ke depan. Ahli berpendapat, perlu lebih banyak pendidikan tentang…

Shahida Soomro adalah perempuan paruh baya di kota Bhit Shah, provinsi Sindh Selatan. Dia salah satu dari 22.000 relawan Pekerja Kesehatan Wanita di provinsi tersebut, yang menjadi penyambung antara masyarakat dan sistem kesehatan.

Pada suatu sore, di dalam halaman rumah dengan dua kamar tidur, Soomro dikelilingi oleh wanita dari segala usia, mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi dan seksual.

Beberapa ibu muda yang menggendong bayi dan balita terlihat malu-malu dan kurang nyaman. Mereka ditemani oleh mertua atau bibi yang lebih tua untuk berbicara. Mereka semua ingin belajar cara menghindarikehamilan yang tidak direncanakan.

Shahida mengeluarkan beberapa kotak dan ilustrasi untuk menjelaskan bagaimana cara alat kontrasepsi bekerja. Ia menunjukkan mereka suntikan, pil dan kondom, yang tersedia gratis di rumah sakit pemerintah setempat. Namun, tidak semua orang dengan mudah menerima saran dan penjelasannya.

“Ada banyak mitos dan kesalahpahaman,” ujarnya. “Beberapa wanita takut hal itu akan membuat mereka mandul selamanya. Yang lain berpikir hal itu bertentangan dengan agama mereka.”

Shahida bukan perawat atau dokter yang terlatih. Ia mengatakan tugasnya adalah mendengarkan dan meyakinkan para wanita bahwa mereka punya hak penuh atas hidupnya. “Saya berasal dari komunitas. Jadi mereka tahu saya dan percaya ketika saya merujuk mereka ke rumah sakit.”

Tidak percaya pada pendidikan seks

Pendidikan seks adalah hal yang tabu dalam masyarakat Muslim konservatif Pakistan. Rasa takut akan serangan balasan dari ulama Islam menghambat kesadaran masyarakat untuk mengikuti program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

Akses terhadap alat kontrasepsi masih terbatas. Wanita yang tidak menginginkan kehamilan biasanya tidak diizinkan membuat pilihan itu. Para ahli mengatakan program keluarga berencana telah gagal menjadi prioritas nasional.

Dalam dua puluh tahun terakhir, populasi Pakistan meningkat hampir dua kali lipat, dari sekitar 130 juta orang pada tahun 1998 menjadi 208 juta orang di tahun 2017.

Menurut Data Populasi PBB, Pakistan berada di antara enam negara terpadat dunia, bersama Cina, India, Amerika Serikat, Indonesa dan Brazil.

Halaman
123
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved