Breaking News:

KESAKSIAN Bekas Tahanan dari Kamp Konsentrasi China: Diperkosa, Dipaksa Aborsi & Steril Pakai Cabai 

Para pakar dan aktivis PBB mengatakan setidaknya satu juta etnis Uighur dan Muslim lainnya ditahan di pusat-pusat penahanan di Xinjiang.

DAILYMAIL.CO.UK/YOUTUBE/WAR ON FEAR
Foto hasil capture dari video drone memperlihatkan para tahanan yang sudah digunduli, mata ditutup, dan tangan terikat ke belakang duduk berderet di stasiun kereta api yang diawasi oleh puluhan petugas SWAT. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang perempuan Muslim asal China yang berhasil melarikan diri dari apa yang disebut oleh HAM internasional sebagai "kamp konsentrasi" mengungkapkan hal yang mengejutkan.

Muslimah yang kini menemukan tempat perlindungan di luar negeri mengungkapkan kepada dunia bahwa telah terjadi pemerkosaan, aborsi, dan sterilisasi sistematis yang dilakukan pemerintah China dalam "kamp konsentrasi" tersebut.

Pengakuan mengejutkan ini diikuti oleh kemunculan sebuah rekaman video yang menggambarkan ratusan tahanan Muslim yang dibelenggu dan ditutup matanya dipindahkan di Xinjiang, China barat, demikian dilaporkan dailymail.co.uk, Senin (7/10/2019).  

Para pakar dan aktivis PBB mengatakan setidaknya satu juta etnis Uighur dan Muslim lainnya ditahan di pusat-pusat penahanan di Xinjiang.  

China menggambarkan mereka sebagai "pusat pelatihan" yang membantu menghilangkan ekstremisme dan memberi keterampilan baru bagi ratusan tahanan tersebut.

Tetapi Muslimah yang melarikan diri tadi dan kelompok-kelompok hak asasi setempat mengungkapkan hal yang amat mengejutkan.

Dalam upaya mengekang populasi Muslim di China, otoritas di "kamp konsentrasi" memakai metode yang terbilang kejam: menggosokkan cabai pada -maaf- organ vital perempuan.

Dan, itu adalah hal biasa dalam kamp konsentrasi.

BACA SELENGKAPNYA -->

Baca: Menhub Persilakan Tiongkok Investasi Bangun Transportasi di Ibu Kota Baru Guna Kurangi APBN

Baca: Baim Wong di WA Perempuan Tak Dikenal, Minta Tolong Dibebaskan dari Pria Tiongkok yang Menikahinya

Editor: haerahr
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved