Deutsche Welle

Arteria Dahlan: Kebenaran akan Menemukan Jalannya Sendiri

Nama politikus PDIP Arteria Dahlan mendadak menjadi trending di linimasa Twitter karena sikapnya yang dinilai tidak sopan terhadap…

Nama politisi dari PDIP, Arteria Dahlan tengah viral di jagat sosial media Twitter. Buntut dari sikapnya saat adu arguemen dengan ekonom senior Profesor Emil Salim di sebuah acara televisi swasta nasional, perihal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

Ketegangan mulai terjadi saat topik pembicaraan masuk ke dalam fungsi dan wewenang KPK serta soal RUU KPK. Arteria pun bicara soal alasan pembentukan dewan pengawas hingga sejumlah kasus korupsi yang menurut dia tak diangkat KPK, misalnya dana bencana, kasus KONI, hingga kasus pasar sawit.

Emil lantas mengatakan ada kewajiban dalam UU KPK untuk menyampaikan laporan. "Di dalam aturan Undang-Undang KPK ada kewajiban menyampaikan laporan,” ujar Emil.

Namun Arteria langsung menepis hal tersebut. "Mana Prof? Saya di DPR, Prof tidak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana Prof? Prof sesat, ini namanya sesat,” tegas Arteria seraya menunjuk-nunjuk ekonom senior tersebut dalam posisi setengah berdiri.

Kemudian Arteria dan Emil pun terlihat terus berdebat hingga arah pembicaraan melebar ke soal demokrasi, pemilihan, hingga korupsi.

Baca juga: ICW: RUU KPK Upaya Pelumpuhan KPK, Presiden Jokowi Sebaiknya Menolak Tegas

Memperjuangkan ideologi

Kepada DW Indonesia, Arteria Dahlan, yang pada periode lalu menduduki kursi Komisi III DPR dari Fraksi PDIP dapil Jawa Timur VI, mengatakan Emil Salim tidak memahami dengan benar muatan yang ada di Revisi UU KPK.

"Tidak emosi. Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yg saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yg sebenarnya di luar kapasitas beliau,” terang Arteria.

"Bagi saya ini masalah perjuangan ideologi, saya datang untuk melakukan dialektika kebangsaan bukan untuk debat kusir dan penggiringan opini. Dari sejak awal saya melihat ini sudah tidak sehat,” tambahnya.

Arteria pun meminta Emil untuk menarik ucapannya dan membaca baik-baik materi RUU KPK. "Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum. Jangan bicara revisi UU KPK karena DPR banyak yang ditangkap. Saya juga menanyakan, sadar ga beliau bahwa beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yg beliau perbuat? Jangan tiba-tiba tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat lebih bersih dari kami-kami yang di DPR,” jelas Arteria saat dihubungi DW Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved