BBC

Dianggap ingkari janji kampanye, wali kota diikat ke mobil dan diseret ke jalan oleh warga

Sebelas orang telah ditangkap di Meksiko selatan setelah seorang wali kota dipaksa keluar dari kantornya, diikat ke sebuah mobik dan diseret

Seorang wali kota di Meksiko bagian selatan dipaksa keluar dari kantor, diikat ke mobil dan diseret oleh penduduk setempat yang marah.

Insiden ini berhenti setelah polisi melakukan campur tangan dan wali kota bernama Jorge Luis Escandon Hernandez tersebut dilaporkan tidak mengalami cedera yang mengkhawatirkan.

Ini adalah serangan kedua warga, yang sebagian besar dikenal sebagai petani, yang menuntut wali kota memenuhi janji kampanye memperbaiki jalan-jalan setempat.

Polisi tambahan sudah ditempatkan di desa negara bagian Chiapas tersebut.

meksiko, chiapas, wali kota
BBC

Wali kota dan politikus setempat di Meksiko sering kali menjadi sasaran gang narkoba ketika mereka menolak mendukung kejahatan mereka, tetapi tidaklah umum bagi mereka diserang terkait janji kampanye.

Escandon mengatakan dia akan menuntut karena "telah diculik dan berusaha dibunuh".

Video yang direkam orang-orang yang ada di luar kantor wali kota memperlihatkan sekelompok laki-laki menariknya keluar gedung dan memaksa dia ke bagian belakang kendaraan.

https://twitter.com/Tabalminutomx/status/1181669483431301120

Rekaman CCTV memperlihatkannya diseret, terikat tangannya ke bagian belakang mobil di sepanjang jalan Santa Rita yang merupakan bagian dari Las Margaritas.

https://twitter.com/tinta_fresca/status/1181646714731675648

Puluhan petugas polisi dikerahkan untuk menghentikan kendaraan dan menyelamatkan wali kota. Beberapa orang cedera dalam perkelahian antara polisi dan warga yang menculik wali kota.

Empat bulan lalu sekelompok laki-laki menggerebek kantornya, tetapi mereka tidak menemukannya.

Menjelang pemilihan wali kota di Las Margaritas, Escandon ditangkap karena diduga terlibat dalam perkelahian dengan pendukung lawan politiknya.

Dia dibebaskan karena kurang bukti.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved