Deutsche Welle

Sebabkan Krisis Kemanusiaan, Uni Eropa Kecam Serangan Militer Turki di Suriah

Serangan militer Turki di wilayah perbatasan Suriah mendapat kecaman keras dari negara-negara Uni Eropa. Turki diminta untuk menahan…

Setelah Turki melakukan serangan terhadap milisi Kurdi di Suriah bagian utara pada Rabu (09/10), kecaman keras pun bermunculan. Negara-negara dan organisasi dunia saat ini mempertimbangkan untuk mengambil langkah konkret terkait hal ini, termasuk kemungkinan memberikan sanksi kepada Turki sampai pasukannya ditarik kembali.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker meminta Turki untuk segera menghentikan operasi militernya dan mendesak Turki menahan diri. Dia mengingatkan bahwa Uni Eropa tidak akan mendanai “safe zone” buatan Turki di dalam Suriah.

“Kalau Turki memiliki rencana membuat sebuah “safe zone” sebagai bagian dari serangannya, jangan harap Uni Eropa akan memberikan sepeser pun,” kata Juncker kepada anggota parlemen Uni Eropa di Brussel.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengutuk keras serangan yang dilakukan oleh Turki dan meminta Turki segera menghentikan operasi militernya. Dia meminta Turki mewujudkan kepentingan keamanan negaranya dengan cara damai.

“Turki membiarkan destabilisasi terus terjadi di wilayah itu yang berisiko terhadap bangkitnya ISIS,” kata Maas di Berlin. Menurutnya, serangan Turki tidak hanya akan menyebabkan krisis kemanusiaan tapi juga menimbulkan gelombang pengungsi baru.

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian juga mengecam aksi Turki melalui akun twitternya, sementara mitranya dari Inggris Dominic Raab menyatakan “keprihatinan serius” atas serangan tersebut.

Dewan Keamanan PBB mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan darurat pada Kamis, untuk membahas serangan Turki di Suriah. Presiden Dewan Kemanan PBB Jerry Matthews Matjila meminta Turki untuk melindungi rakyat sipil.

Sementara, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan paham masalah keamanan yang dialami Turki. Tapi, dia tetap meminta Turki menahan diri.

Tak hanya itu, negara negara dari Arab, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Kuwait dan Irak mengecam pelanggaran yang dilakukan Turki atas kedaulatan Suriah melalui operasi militernya. Mereka berencana melakukan pertemuan pada Sabtu untuk membahas serangan militer Turki ini.

Di Amerika Serikat, kejadian ini mengantarkan mereka pada momen langka bersatunya politik bipartisan di Parlemen AS. Senator-senator baik dari Demokrat dan Republik bekerja sama membahas sebuah RUU yang akan membekukan seluruh aset pemimpin Turki dan memblokir penjualan senjata AS ke negara itu. Jika disahkan, RUU ini juga berpotensi memberikan sanksi bagi negara-negara yang menjual senjata ke Turki.

Halaman
1234
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved