Deutsche Welle

Wisma KBRI di Bangkok Terbakar

Kebakaran terjadi di Wisma KBRI di Bangkok, Thailand, Jumat (11/10) siang waktu setempat. Sabotase, peralatan yang rusak, dan human…

Wisma KBRI di Bangkok Terbakar

Kebakaran terjadi di Wisma KBRI di Bangkok, Thailand, Jumat (11/10) pukul 12.00 siang waktu setempat. Hingga saat penyebab kebakaran masih belum diketahui. Dilansir dari kantor berita AP, dinas emergensi Bangkok menyampaikan kobaran api terlihat di gedung dua lantai tersebut. Asap hitam terlihat membumbung tinggi. Petugas pemadam kebakaran pun berhasil memadamkan kobaran api kurang dari waktu satu jam.

Pada saat kejadian, Duta Besar RI untuk Thailand, Ahmad Rusdi tidak sedang berada di lokasi, tetapi tengah berada di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berlokasi di Phetchaburi 602 Phetchaburi Rd, Thanon Phetchaburi, Ratchathewi, Bangkok, Thailand.

DW Indonesia mencoba menghubungi juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, untuk meminta klarifikasi terkait peristiwa kebakaran ini namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberikan respon.

Dilaporkan tidak ada korban dalam insiden ini. Hubungan diplomatik Indonesia-Thailand sendiri secara resmi dijalin pada 7 Maret 1950 dan kantor KBRI dibuka di lokasi tersebut sejak tahun 1952.

Baca juga: Presiden Prancis: Kami Akan Bangun Kembali Katedral Ini

Penyebab kebakaran gedung

DW Indonesia merangkum tiga faktor yang biasa menjadi penyebab terjadinya kebakaran gedung, antara lain sabotase, peralatan bangunan yang rusak, dan kesalahan manusia atau human error. Sabotase merupakan penyebab kebakaran gedung yang paling sering terjadi. Gedung dengan sengaja direncanakan untuk dibakar karena berbagai alasan. Motif pribadi hingga penipuan asuransi bisa menjadi alasan pelaku pembakaran.

Peralatan gedung yang rusak seperti pendingin atau pemanas ruangan, alat-alat listrik di pantri, hingga instalasi listrik dapat menyebabakan kebakaran jika dipasang secara tidak benar dan tidak dilakukan pemeriksaan secara berkala. Terlebih lagi jika gedung tersebut merupakan bangunan tua, menambah resiko terjadinya kebakaran.

Sering kali kebakaran juga disebabkan karena kecerobohan manusia. Misalnya merokok di sembarang tempat di dekat objek-objek yang mudah terbakar, atau penggunaan alat elektronik yang sembarangan sehingga menyebabkan munculnya korsleting listrik. Kertas, furnitur, plastik, kabel listrik, merupakan objek-objek yang mudah terbakar.

Setiap gedung perkantoran tentu mempunyai prosedur keamanan dan keselamatan kerja (K3). Ini lah yang harus disosialisasikan kepada seluruh pengguna gedung untuk mencegah terjadinya kebakaran. Pengguna gedung juga harus diberikan sosialisasi terkait langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika kebakaran terjadi.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Blok Apartemen 27 Tingkat di London

2015 KBRI di Roma terbakar

Peristiwa serupa pernah terjadi di tanggal 2 Desember 2015, ketika kantor KBRI di Roma, Italia terbakar pada pukul 08.25 pagi waktu setempat. Pertama kali api diketahui oleh petugas kebersihan gedung dan coba dipadamkan dengan tabung pemadam kebakaran yang dimiliki. Namun api semakin membesar hingga pemadam kebakaran setempat harus turun tangan.

Satu diplomat RI, Tazwin Hanif, diketahui sedang bekerja, terjebak di dalam gedung tersebut ketika kebakaran terjadi. Ia pun berhasil dievakuasi oleh petugas menuju rumah sakit. Namun Tazwin menghembuskan nafas terakhirnya tiga minggu kemudian, setelah mendapatkan perawatan intensif.

rap/vlz (dari berbagai sumber)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved