Banyak Pemilih Demokrat Ingin Donald Trump Dilengserkan meski Berdampak pada Peluang Partai

Pemilihan presiden Amerika Serikat 2020, kebanyakan pemilih Demokrat ingin Donald Trump lengser.

Banyak Pemilih Demokrat Ingin Donald Trump Dilengserkan meski Berdampak pada Peluang Partai
Business Insider
Banyak Pemilih Demokrat Ingin Donald Trump Dilengserkan meski Berdampak pada Peluang Partai 

TRIBUNNEWS.COM - Posisi politik Presiden Amerika Serikat (AS) makin terpojok.

Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan, sebagian besar konstituen Partai Demokrat ingin memakzulkan Donald Trump.

Bahkan jika itu berarti harus melemahkan peluang partai mereka memenangkan kembali tiket ke Gedung Putih dalam pemilihan tahun 2020 mendatang.

Jajak pendapat, yang dilakukan pada Senin (7/10) dan Selasa (8/10) menemukan bahwa 55% dari konstituen Partai Demokrat mengatakan para pemimpin Partai Demokrat harus maju terus dengan pemakzulan.

Bahkan kalau harus melalui proses panjang dan mahal yang dapat melemahkan peluang Demokrat untuk memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2020.

Baca: Atasi Kebuntuan Negosiasi Perang Dagang, Trump Buka Dialog dengan Wakil PM Tiongkok

Baca: Anggap Upaya Penyelidikan Ilegal, Gedung Putih Tolak Berpartisipasi Dalam Penyelidikan Pemakzulan Trump

Bahkan jumlah yang lebih tinggi yakni 66% dari pemilih Demokrat, setuju bahwa Kongres AS harus mengejar pemakzulan terhadap Trump.

Secara keseluruhan, jajak pendapat menemukan dukungan untuk impeachment tetap tidak berubah secara keseluruhan di antara semua orang Amerika yakni sebesar 45% sejak minggu lalu.

Tetapi oposisi terhadap impeachment turun 2 poin persentase dari minggu lalu menjadi 39%.

Di antara mereka yang mengaku sebagai pemilih Demokrat, sebanyak 79% diantaranya menyatakan Trump harus dimakzulkan, naik 5 poin persentase dari jajak pendapat serupa yang berlangsung 26-30 September 2019.

Hanya 12% dari pemilih Partai Republik dan sekitar 1 dari 3 orang independen mendukung pemakzulan, sebagian besar tidak berubah dari minggu lalu.

Halaman
123
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved