BBC

Topan Hagibis: PM Jepang perintahkan upaya penyelamatan hingga larut malam

PM Jepang, Shinzo Abe, mengatakan upaya bantuan dan penyelamatan akan tetap dilanjutkan meski malam telah tiba, setelah Jepang dihantam salah

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan hari Minggu (13/10) upaya bantuan dan penyelamatan akan tetap dilanjutkan meski malam telah tiba, setelah Jepang dihantam salah satu badai paling kuat dalam beberapa dekade terakhir.

Topan Hagibis menyebabkan banyak wilayah terendam air dan sejauh ini hampir 30 orang meninggal dunia sementara puluhan orang dilaporkan hilang.

Jepang juga mengerahkan puluhan ribu tentara dan petugas penyelamat.

Topan Hagibis menerjang selatan Tokyo pada Sabtu (12/10), kemudian bergerak ke utara dan menyebabkan banjir besar.

Di prefektur Nagano tengah, air mengepung kereta cepat Jepang dan helikopter menjemput warga yang menyelamatkan diri di atap rumah.

A rescue helicopter saves a Japanese woman from floods in Nagano
Reuters

Sebanyak 27.000 tentara dan kru penyelamat lain telah dikerahkan dalam operasi bantuan, kata pihak berwenang.

"Pemerintah akan melakukan yang terbaik," kata Perdana Menteri Shinzo Abe, berjanji akan mengerahkan lebih banyak pasukan jika diperlukan.

Tentara Jepang
Reuters
Sekitar 27.000 tentara dan kru penyelamat lainnya telah dikerahkan.

Perempuan lanjut usia turun dari helikopter

Di kota Kawagoe, utara Tokyo, tim SAR menggunakan perahu untuk membantu warga yang terjebak di panti jompo.

Hampir 150.000 rumah di wilayah Tokyo yang lebih besar tanpa aliran listrik juga terkena air. Layanan kereta dan penerbangan dibatalkan karena ancaman Hagibis kembali.

Map

Banyak kematian terjadi ketika orang-orang terkubur dalam tanah longsor atau hanyut oleh banjir.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved