BBC

Suriah-Turki: Mereka kembali terperangkap di tengah perang

Serangan militer Turki ke utara Suriah menyebabkan ratusan ribu orang sipil berada dalam risiko terperangkap di tengah perang. Siapa saja mereka

Puluhan ribu penduduk sipil mengungsi dari pertempuran di Suriah utara dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, menurut laporan PBB.

Turki sedang melanjutkan operasi militer lintas batas untuk menyerang kekuatan Kurdi di kawasan itu, dan Dewan Keamanan PBB menyatakan "sangat khawatir" situasinya bisa memburuk.

Puluhan penduduk sipil dan petempur telah tewas sejak serangan itu terjadi - yang dimulai sejak penarikan tentara AS dari kawasan tersebut minggu lalu. Pasukan Kurdi - yang tadinya merupakan sekutu AS - kini meminta bantuan militer Suriah.

Di tengah keadaan seperti itu, bagaimana situasinya bagi orang sipil kebanyakan?

Ribuan orang mengungsi

Pasukan Turki dan aliansi pemberontak Suriah meluncurkan operasi minggu lalu untuk mendorong milisi Kurdi Suriah menjauh dari perbatasan. Turki ingin membentuk "zona aman" di mana pengungsi dari Suriah - kebanyakan orang Turki - bisa mendapatkan pemukiman.

Serangan udara, senjata berat dan serangan darat telah menewaskan penduduk sipil dari kedua pihak, termasuk anak-anak.

Peta situasi Suriah utara 16 Oktober 2019
BBC

Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengingatkan hari Minggu (13/10) bahwa perang ini berisiko menciptakan "situasi darurat kemanusiaan yang tak tertahankan".

Sedikitnya 160.000 penduduk sipil telah meninggalkan rumah mereka, menurut Kantor PBB untuk Kordinasi Kemanusiaan (OCHA). Beberapa laporan menyatakan 1.000 orang telah melintasi perbatasan ke Irak.

Sementara itu UNICEF memperkirakan hampir 70.000 anak-anak ikut terusir dari rumah mereka.

Jumlah orang yang membutuhkan bantuan dalam beberapa hari ini bisa mencapai 400.000 orang, menurut lembaga-lembaga kemanusiaan.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved