Deutsche Welle

Pasukan Demokratik Suriah: Sudah Tidak Ada Pasukan Lagi di Kota

Pasukan Kurdi diberitakan telah menarik diri dari perbatasan Ras al-Ain sebagai realisasi kesepakatan gencatan senjata AS-Turki. Namun…

Minggu (20/10) Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menyatakan telah menarik anggotanya dari perbatasan Ras al-Ain sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata AS-Turki, namun juru bicara pasukan pemberontak Suriah yang didukung Turki mengatakan pasukan tersebut belum ditarik sepenuhnya.

Ras al-Ain adalah satu dari dua kota di perbatasan Turki-Suriah yang menjadi target invasi Turki memukul mundur pasukan Kurdi untuk membuat zona aman lebih dari 30 km di dalam wilayah Suriah.

Turki mengehentikan serangannya mulai Kamis (17/10) malam berdasarkan kesepakatan antara Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dengan Wakil Presiden AS, Mike Pence. Erdogan pun mengingatkan serangan Turki dapat berlanjut ketika batas waktu gencatan senjata hingga hari Selasa esok berakhir dan Pasukan Demokratik Suriah tidak ditarik mundur dari zona aman.

"Sudah tidak ada pasukan lagi di kota," ujar juru bicara SDF Kino Gabriel mengenai Ras al-Ain. Peryataannya merujuk kepada puluhan kendaraan berisikan pasukan SDF yang keluar dari Ras al-Ain selama akhir pekan lalu, wilayah yang menjadi salah satu target utama serangan Turki dan aliansi Suriahnya.

Kepada Reuters, juru bicara pemberontak Suriah yang beraliansi dengan Turki, Mayor Youssef Hamoud, mengatakan bahwa pasukan SDF belum sepenuhnya keluar dari Ras al-Ain.

Milisi Kurdi YPG adalah sekutu AS dalam memerangi kelompok ekstrimis ISIS di Suriah. Namun keputusan Presiden AS, Donald Trump, menarik tentara AS dari Suriah beberapa waktu lalu justru memberi peluang pada Turki untuk melancarkan invasi militer ke kawasan perbatasan Suriah, yang selama ini dikuasai pihak Kurdi . YPG menyebut mereka merasa dikhianati oleh pemerintah AS.

Penarikan yang dilakukan Amerika juga dinilai menciptakan kekosongan di wilayah tersebut, di mana Rusia sebagai pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad menginginkan kendali atas wilayah tersebut.

Erdogan akan bertemu Putin

Persis ketika batas waktu gencatan senjata selama 120 jam berakhir Selasa besok, Erdogan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Sochi, Laut Hitam.

Masalah penarikan milisi Kurdi YPG dari kota Manbij dan Kobani, dua wilayah yang dimasuki pasukan Rusia dan pasukan pemerintah Suriah, akan dibahas dalam pertemuan tersebut, ujar Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Minggu (20/10).

"Kami percaya kami dapat mencapai kesepakatan dengan mereka untuk bekerja sama di masa depan, sama seperti yang kami lakukan sebelumnya," kata Cavusoglu. Sementara Erdogan dan Putin telah bekerja sama dalam mengelola konflik Suriah, Rusia mengatakan operasi militer Turki harus dibatasi dan integritas wilayah Suriah harus dilindungi.

Halaman
123
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved