Angka Terbanyak Jumlah Lulusan Pelajar Asing di Jepang Lebih Dari 26.000 Orang

Menurut Kantor Imigrasi Jepang, jumlah siswa asing yang diizinkan untuk mengubah status tempat tinggal mereka adalah 25.594 selama tahun lalu.

Angka Terbanyak Jumlah Lulusan Pelajar Asing di Jepang Lebih Dari 26.000 Orang
Richard Susilo
Para pelajar Pandan College (www.pandan.ac.id) yang ingin belajar ke Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Saat ini jumlah pelajar asing yang telah lulus dari pendidikan (universitas dan kejuruan) di jepang lebih dari 26.000 orang, rekor terbanyak dalam sejarah Jepang dalam kurun waktu satu tahun.

 "Mungkin kini diperlukan untuk mengubah status tempat tinggal mereka dari "Belajar ke Luar Negeri" ke tujuan pekerjaan nantinya," ungkap sumber pejabat pemerintah Jepang kepada Tribunnews.com Rabu ini (23/10/2019).

Menurut Kantor Imigrasi Jepang, jumlah siswa asing yang diizinkan untuk mengubah status tempat tinggal mereka adalah 25.594 selama tahun lalu.

Jumlah tersebut berarti  3523 orang  lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya dan tertinggi sejak tahun 1992 ketika statistik penghitungan dimulai.

Menurut jenis status kependudukan yang diizinkan untuk diubah, kualifikasi "Teknologi / Pengetahuan manusia / kerja internasional" untuk pekerjaan seperti interpretasi (penerjemahan) dan pemrosesan informasi mencakup lebih dari 93% dari total.

Sementara tu pekerjaan mereka yang lulus kemudian bekerja dan  terkait penerjemahan 23,6%, terkait penjualan 13,4%, terkait urusan dengan luar negeri 9% dan terkait pengembangan teknologi 6,5%.

Secara kebangsaan dan wilayah, Cina memiliki jumlah terbesar dengan 10.886 orang, diikuti oleh Vietnam dengan 5244 orang, Nepal dengan 2.934 orang, Korea 1575 orang. Dari Asia mencakup 95,3% yang lulus sekolah.

Administrasi Imigrasi  mengatakan, "Dengan meningkatnya jumlah siswa internasional, jumlah siswa internasional yang mencari pekerjaan di Jepang juga meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah membentuk meja konsultasi untuk siswa internasional dan briefing untuk sekolah yang bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. Tampaknya efeknya juga muncul. "

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved