Deutsche Welle

Veronica Koman, Pengacara Yang Menolak Menyerah Tentang Papua

Diintimidasi dan datanya dibocorkan, pengacara hak asasi manusia, Veronica Koman, mengatakan masalah Papua adalah sesuatu yang lebih…

Veronica Koman, pengacara hak asasi manusia yang dicari oleh polisi Indonesia akibat sebuah publikasi di Twitter yang ditengarai memanasi kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu memiliki sebuah tato di setiap pergelangan tangannya.

Yang pertama, diukir ketika dia berusia akhir remaja dan memiliki rasa nasionalisme yang kuat, bertuliskan "Indonesia" dan, menurutnya, ini berarti bahwa "Indonesia mengalir melalui nadi saya."

Yang kedua dia dapatkan beberapa tahun kemudian setelah "terekspos masalah keadilan sosial," dan menjadi aktivis pembela dan advokasi penentuan nasib sendiri bagi Papua sebagai propinsi paling timur Indonesia.

Tato itu bertuliskan "DILLIGAF" sebuah singkatan untuk pernyataan yang kira-kira berarti "Apakah saya terlihat seperti peduli?"

Data pribadi bocor

"Saya sebenarnya mengalami serangan sistematik yang aneh ini, sebut saja, secara online sejak hampir dua tahun lalu, saya pikir," ujar Koman dalam sebuah wawancara di Australia, tempat dia sekarang tinggal.

Ancaman dan serangan datang dalam video yang ditayangkan di YouTube atau komentar dari akun anonim di media sosial.

Ancaman itu juga termasuk ancaman kematian, hasutan untuk melakukan pelecehan seksual dan penghinaan rasis, demikian ditunjukkan oleh materi online yang ditinjau oleh Reuters. Termasuk juga publikasi informasi pribadi tentang dia dan keluarganya.

"Saya tidak pernah mempublikasikan sesuatu yang pribadi tentang saya di media sosial. Bahkan foto ketika sedang bersantai dengan teman-teman. Justru karena saya tahu bahwa pekerjaan saya sangat berisiko," katanya.

"Itu adalah informasi yang hanya tersedia pada kartu (identifikasi) keluarga .... Saya merasa itu didukung oleh negara, kalau tidak siapa lagi?"

Ditanya tentang komentar Veronica Koman terkait pembocoran data pribadinya, Frans Barung Mangera, Juru Bicara Kepolisian Jawa Timur yang menyelidiki kasus Koman, mengatakan melalui telepon bahwa "tidak mungkin" petugas membagikan informasi tersebut. Ia juga memberikan cacatan bahwa pengacara itu telah memiliki banyak musuh.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved