Maraton Olimpiade 2020 di Sapporo Jepang Masih Penuh Tanda Tanya Bagi Penyelenggara

Diperkirakan habis miliaran yen untuk memindahkan tempat acara maraton Olimpiade. Lalu siapa yang akan bayar karena diputuskan sepihak oleh IOC

Maraton Olimpiade 2020 di Sapporo Jepang Masih Penuh Tanda Tanya Bagi Penyelenggara
Richard Susilo
Sapporo Dome tempat stadiun utama di Sapporo Hokkaido yang dibangun selama 3 tahun di masa lalu karena antisipasi salju yang sangat tebal mengganggu jalannya pembangunan 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Penyelenggaraan Maraton bagi Olimpiade 2020 di Jepang masih tanda tanya bagi pihak Jepang sampai hari Rabu ini (24/10/2019).

"Kalau tanya anggaran siapa yang bertanggungjawab pemindahan Maraton ke Sapporo ya jangan tanya saya dong, Bukan posisi saya menjawab itu," papar Gubernur Tokyo Yuriko Koike kemarin (23/10/2019).

Diperkirakan habis miliaran yen untuk memindahkan tempat acara maraton Olimpiade. Lalu siapa yang akan bayar karena diputuskan sepihak oleh IOC (Komite Olahraga Intyernasional).

Bukan hanya soal uang, waktu 9 bulan apakah cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu perpindahan ke Sapporo?

"Mengapa? Karena salju sangat lebat di awal tahun membutuhkan waktu untuk bisa persiapan pembangunan dengan baik," papar Yohei Daisho seorang eksekutif Yayasan Konstruksi Olahraga Sapporo.

Dicontohkannya, saat pembangunan Sapporo Dome, stadiun olahraga nasional terbesar di Sapporo, pembangunan memakan waktu 3 tahun karena harus menunggu salju dan es lumer dulu hingga pengerjaan bisa dilakukan dengan baik.

Bukan hanya persiapan jalanan di Sapporo untuk maraton, jalur traking di dalam stadiun juga belum dibuat sampai saat ini dan harus dibuat khusus setelah ada kepastian pemindahan dan anggaran.

Nao Fujita eksekutif Sapporo Dome mengakui berat untuk persiapan yang waktu hanya 9 bulan ini, "Memang waktu sangat mepet sekali tetapi apa boleh buat kita akan segera bergerak semaksimal mungkin begitu ada kepastian anggaran dari panitia Olimpiade."

Saat perubahan keputusan pemindahan Maraton dari Tokyo ke Sapporo Rabu malam itu Fujita mengakui kaget sekali karena tak ada pemberitahuan apa pun dari panitia Olimpiade.

"Kaget bukan main kita di Hokkaido tak ada info apa pun mengenai pemindahan itu mendadak mendengar berita pemindahan ke Sapporo. Ya kita semangat lah harus bisa kita siapkan," tekannya lagi.

Keputusan pemindahan dilakukan Rabu minggu lalu oleh Ketua IOC Thomas Bach. Tribunnews.com yang berusaha konfirmasi ke IOC tak bisa berkomentar apa pun kecuali hanya menyatakan Benar ada pemindakan dari Tokyo ke Sapporo khusus untuk marathon.

Sementara pihak Olimpiade Jepang, sumber Tribunnews.com minggu lalu saat pengumuman IOC juga merasa kaget adanya keinginan sepihak yang diumumkan Bach tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved