BBC

Dua mantan pegawai Twitter dituduh 'menjadi mata-mata' untuk pemerintah Arab Saudi

Kejaksaan Amerika Serikat mendakwa 'para agen Arab Saudi' mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai para pengkritik pemerintah Saudi.

Dua mantan pegawai Twitter dituntut di Amerika Serikat dengan tuduhan menjadi mata-mata untuk pemerintah Arab Saudi.

Tuduhan ini dibuka, Rabu (06/11), di San Francisco berisi tuduhan bahwa "para agen Arab Saudi mencari informasi pribadi para pengguna Twitter, termasuk para pengkritik pemerintahan Arab Saudi".

Dokumen pengadilan menyebut nama kedua agen itu sebagai Ahmad Abouammo, warga Amerika Serikat dan Ali Alzabarah, dari Saudi.

Seorang lagi, seorang warga Saudi lainnya Ahmed Almutairi, juga dituduh melakukan kegiatan mata-mata.

Harian The New York Times menyatakan ini adalah pertama kalinya warga negara Arab Saudi dituntut dengan tuduhan menjadi mata-mata di dalam negeri Amerika Serikat.

Apa persisnya tuduhan itu?

Ahmad Abouammo hadir di pengadilan di Seattle dan dikirim lagi ke penjara sementara menunggu sidang berikutnya hari Jumat (08/11).

Ia juga dituduh memalsukan dokumen dan membuat pernyataan palsu kepada biro investigasi federal Amerika, FBI.

Tuduhan kriminal kepadanya menyatakan ia memberi FBI tagihan palsu yang tanggalnya sudah diubah, menagih seorang pejabat Saudi yang namanya tak disebutkan sebesar US$100.000 (sekitar Rp1,4 milyar) untuk keperluan "jasa konsultasi".

Abouammo juga disebutkan berhenti dari pekerjaannya sebagai manajer rekanan media di Twitter pada tahun 2015.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved