BBC

Tokoh dan aktivis oposisi Kamboja ditolak masuk ke pesawat saat akan pulang menjelang peringatan kemerdekaan

Sam Rainsy, pimpinan partai oposisi Kamboja, ditolak ketika hendak check-in untuk penerbangan dari Paris dalam perjalanan kembali ke Kamboja,

Politikus oposisi Kamboja yang selama ini memilih tinggal di pengasingan ditolak masuk pesawat dalam proses "check-in" di Paris ketika ia bermaksud terbang kembali ke negaranya.

Sam Rainsy berencana untuk kembali ke Kamboja dan memimpin perlawanan warga Kamboja untuk "memperjuangkan kehidupan yang lebih baik", melawan Perdana Menteri Hun Sen yang digambarkannya sebagai "diktator brutal".

Hun Sen memimpin Kamboja sejak tahun 1985.

Partai yang dipimpin Rainsy dibubarkan sebagai bagian dari tindakan keras terhadap oposisi dan sejak itu ia mengasingkan diri di Paris.

"Saya sangat kaget karena rakyat membutuhkan saya di Kamboja," kata Rainsy di bandara Charles de Gaulle sesudah ia ditolak masuk pesawat maskapai Thai Airways.

Ia bermaksud terbang ke Bangkok kemudian ke Kamboja, tapi ia menyatakan gerai check-in "mengatakan telah menerima perintah dari pejabat yang sangat tinggi posisinya untuk melarang saya naik ke pesawat".

Ia bertekad untuk mencari pesawat lain dan tetap terbang ke Kamboja hari Sabtu (09/11), yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan negara itu.

Hun Sen menyatakan Rainsy akan ditangkap jika mencoba memasuki Kamboja. Ia juga meminta negara-negara tetangga untuk melarangnya transit, serta meminta kepada maskapai penerbangan untuk tak menerimanya sebagai penumpang.

Ditahan di Malaysia

Hari Kamis (07/11), Malaysia sempat menahan Mu Sochua - wakil Rainsy di partai oposisi yang kini dilarang - yang mencoba memasuki Kamboja.

Sochua terbang dari Jakarta hari Rabu (06/11) di mana ia juga mengadakan jumpa pers. Dilaporkan oleh media di Indonesia, Duta Berar Kamboja untuk Indonesia sempat mendatangi jumpa pers tersebut dan terjadi perdebatan antara sang duta besar dengan Sochua.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved