BBC

'Bebaskan PSSI dari oligarki politik dan modal', Ketum PSSI terpilih janji 'dorong berantas mafia bola'

Ketua umum PSSI yang baru terpilih, Mochamad Iriawan dan jajaran pengurusnya, dituntut lebih fokus kepada perbaikan secara menyeluruh sepak

Dia juga menuntut agar kepengurusan PSSI yang baru membenahi sepak bola Indonesia secara total.

"Kami untuk menuntut mereka menandatangani pakta integritas, sebagai komitmen mereka terhadap sepak bola Indonesia yang lebih maju dan progresif," ujar Ivan.

Memilih mundur

Dalam kongres luar biasa yang berlangsung tertutup itu, Mochamad Iriawan, terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2019-2023, setelah meraih mayoritas suara pemilik suara.

M Iriawan, yang biasa disapa Iwan Bule, meraih 82 suara dari 85 pemilih. Sebanyak tiga suara lainnya dinyatakan abstain, sementara satu voter yaitu Persis Solo 'walk out'.

Terpilihnya M Iriawan yang pernah menjabat Kapolda Metro Jaya itu diwarnai dengan keputusan pengunduran diri sejumlah pesaingnya.

La Nyalla M. Mattalitti memutuskan menarik diri dari KLB sehingga tidak hadir. Kemudian Bernhard Limbong mundur tepat sebelum acara dimulai.

Enam kandidat lainnya, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Heyder Affan, meninggalkan ruangan Kongres PSSI. Mereka adalah Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Aven Hinelo, Benny Erwin, dan Sarman El Hakim.

"Aneh, tidak ada sosialisasi tata cara pemilihan di kongres," kata Vijaya Fitriyasa kepada wartawan, usai meninggalkan ruangan KLB di Hotel Hotel Shangri-La, Jakarta.

"Tidak ada medium antara calon ketum dengan voters untuk menyampaikan visi misi kami," kata Fary Jemi Francis, calon ketum, yang memilih mundur.

"Padahal, ini sangat penting untuk lebih mendekatkan kami dengan para voters," ujar Sarman El Hakim kepada wartawan.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved