BBC

'Bebaskan PSSI dari oligarki politik dan modal', Ketum PSSI terpilih janji 'dorong berantas mafia bola'

Ketua umum PSSI yang baru terpilih, Mochamad Iriawan dan jajaran pengurusnya, dituntut lebih fokus kepada perbaikan secara menyeluruh sepak

Ketua umum PSSI yang baru terpilih, Mochamad Iriawan dan jajaran pengurusnya, dituntut lebih fokus kepada perbaikan secara menyeluruh sepak bola nasional, dan tidak mempedulikan kepentingan kelompok pemodal atau politik.

Adapun Mochamad Iriawan, atau biasa disapa Iwan Bule, usai terpilih sebagai ketum PSSI, belum bicara banyak tentang programnya untuk memperbaiki sepak bola nasional, kecuali dia berjanji untuk melanjutkan membersihkan PSSI dari ancaman mafia bola.

"Jelas, kalau ada itu (pengurus PSSI yang terlibat mafia bola), kita dorong," kata Iriawan saat ditanya apa tindakannya apabila pengurus PSSI terlibat mafia bola. "Kita tinggal lapor pada satgas."

Seperti diketahui, pada tahun lalu, Polri membentuk satgas anti mafia sepak bola. Satgas ini terdiri dari 145 anggota yang bertugas membongkar mafia bola di tubuh PSSI.

Praktik mafia bola di persepakbolaan nasional Indonesia, yang ditandai oleh praktik pengaturan skor, seringkali diungkapkan oleh orang-orang yang pernah terlibat di dalamnya, namun upaya pengungkapannya tidak mulus.

Tuntutan agar pimpinan PSSI serius membenahi secara total sepak bola nasional sudah berulangkali disuarakan, dan KLB PSSI yang berakhir sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (02/11) malam, diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaikinya.

"Harapan kami, pengurus PSSI yang baru bersih dari oligarki lama yang selama ini menduduki organisasi ini begitu lama," kata Ivan Nuraziz, pegiat Save Indonesian Football, salah-satu aliansi suporter, kepada BBC News Indonesia, Sabtu (02/11).

Selama ini, menurutnya, sebagian pengurus PSSI menyalahgunakan fungsinya untuk menyeret organisasi itu kepentingan politik praktis.

"Selain itu, ada oligarki modal, yang menjadikan sepak bola sebagai lahan bisnis yang seringkali menjadikan suporter sebagai sapi perah," ujarnya. Dugaan praktik seperti inilah yang mereka tuntut untuk dihilangkan dari PSSI.

Tuntutan ini mereka suarakan dalam unjuk rasa di sekitar Hotel Shangrila, lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Unjuk rasa ini juga diikuti sejumlah suporter sepak bola Indonesia yang memprihatinkan kondisi persepakbolaan nasional.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved