Artis Jepang Erika Tertangkap Miliki Narkoba, Kerugian Perusahaan Periklanan Ditaksir 500 Juta Yen

Erika Sawajiri ditangkap pihak kepolisian karena kedapatan menggunakan dan memiliki narkoba yang disembunyikan di dalam perhiasan dalam bentuk kapsul.

Artis Jepang Erika Tertangkap Miliki Narkoba, Kerugian Perusahaan Periklanan Ditaksir 500 Juta Yen
Istimewa
Artis Sawajiri Erika terkenal dengan ucapannya yang dingin "Betsu ni" (separately) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Artis terkenal Jepang, Erika Sawajiri ditangkap pihak kepolisian karena kedapatan menggunakan dan memiliki narkoba (MDMA) yang disembunyikan di dalam perhiasan dalam bentuk kapsul, Minggu (17/11/2019).

"Itu bukan kelakuan orang yang baru menggunakan narkoba karena MDMA yang disembunyikan dalam kapsul itu racikan khusus dan diketahui oleh orang yang sudah biasa menggunakan narkoba," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (18/112/2019).

Akibat kasus ini, banyak kerugian terjadi baik kepada perusahaan periklanan di mana Erika menjadi model maupun drama NHK yang awal Januari 2020 rencana akan ditayangkan.

"Narkoba sangat berat hukumannya di Jepang dan citranya jelek sekali bagi para artis. Yang terlibat maka hilang semua pekerjaan. Iklan akan dicopot, film ditata ulang, drama diedit ulang dengan tokoh tersebut dihilangkan atau diganti dengan artis lain," ujar sumber tersebut.

Kerugian total sedikitnya 500 juta yen akibat Erika terlibat narkoba kali ini.

Polisi Jepang mendapat laporan sejak lama mengenai keterlibatan Erika menggunakan narkoba.

Setelah pesta di Roppongi akhirnya polisi pagi-pagi sekali mendatangi rumah Erika dan menggeledahnya serta menemukan MDMA tersebut disembunyikan di dalam perhiasannya dengan berat 0,09 gram.

Artis Sawajiri Erika terkenal dengan ucapannya yang dingin
Artis Sawajiri Erika terkenal dengan ucapannya yang dingin "Betsu ni" (separately) (Istimewa)

Polisi kini sedang mengusut sejak kapan Erika menggunakan narkoba dan pagi ini direncanakan diperiksa kembali oleh pihak kepolisian.

"Terpenting adalah dari siapa dia dapat narkoba tersebut. Jaringan narkoba itu yang paling penting bagi polisi untuk diketahui supaya dapat ditangkap dan diungkap sindikat narkoba tersebut," tambah sumber itu.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved