BBC

Aparat Belanda temukan 25 orang di dalam kontainer berpendingin tujuan Inggris

Aparat Belanda menemukan 25 orang di dalam sebuah kontainer berpendingin yang sedang diangkut kapal feri tujuan Inggris.

Vlaardingen
EPA
Kapal feri tujuan Felixstowe, Inggris, itu harus berputar balik ke Pelabuhan Vlaardingen dekat Rotterdam.

Aparat Belanda menemukan 25 orang di dalam sebuah kontainer berpendingin yang sedang diangkut kapal feri tujuan Inggris.

Sesaat setelah mereka ditemukan pada Selasa (19/11), sekitar pukul 19.00 waktu setempat, kapal feri itu berputar balik ke Pelabuhan Vlaardingen dekat Rotterdam.

Kedatangan ke-25 orang itu telah ditunggu sejumlah polisi di Pelabuhan Vlaardingen. Setibanya di sana, mereka menerima perawatan medis.

Dua di antara mereka harus menjalani perawatan ekstra di rumah sakit, sedangkan 23 lainnya dipindahkan ke kantor polisi.

Aparat Belanda mengatakan ke-25 orang itu, yang kewarganegaraannya belum diketahui, ditemukan di dalam kontainer berpendingin pada sebuah truk yang sedang menumpang kapal feri tujuan Felixstowe, pelabuhan kontainer terbesar di Inggris.

belanda
EPA
Dua di antara 25 orang yang ditemukan di dalam kontainer harus menjalani perawatan ekstra di rumah sakit.

Supir truk tersebut telah ditahan dan diinterogasi atas dugaan keterlibatan penyelundupan manusia, kata polisi kepada stasiun televisi Belanda, NOS.

Lebih lanjut, polisi mengatakan awak kapal menemukan 25 orang itu dan memberitahu aparat setelah mendengar "suara-suara dari dalam kontainer berpendingin".

Upaya pencarian pada kapal feri yang melibatkan anjing pelacak kemudian dilakukan.

Lembaga pelindung pelaut, Stella Maris, menerangkan bahwa penting bagi para awak kapal untuk mengenali tipe-tipe insiden semacam itu.

Peristiwa ini mengemuka beberapa pekan setelah 39 jasad ditemukan di dalam kontainer berpendingin di Essex, Inggris.

Ke-39 jasad itu merupakan warga Vietnam yang tiba menggunakan kapal feri dari Zeebrugge di Belgia.

Dua supir truk didakwa melakukan pembunuhan. Sejumlah orang lainnya ditahan lantaran diduga terlibat.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved