Kasus Pembunuhan Pimpinan Yakuza Jepang Ternyata Sudah Direncanakan Sebulan Sebelumnya

Kasus pembunuhan pimpinan Kobe Yamaguchigumi (KY), Keichi Furukawa di Kota Amagasaki Perfektur Hyogo ternyata telah direncanakan sebulan sebelumnya.

Kasus Pembunuhan Pimpinan Yakuza Jepang Ternyata Sudah Direncanakan Sebulan Sebelumnya
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hisanori Asahina (52), anggota Yakuza dari Takenakagumi generasi kedua berafiliasi ke Yamaguchigumi (insert) dan lokasi pembunuhan di depan restoran di Amagasaki Perfektur Hyogo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kasus pembunuhan pimpinan Kobe Yamaguchigumi (KY), Keichi Furukawa (59) pada 27 November 2019 di dekat pertokoan di Kota Amagasaki Perfektur Hyogo ternyata telah direncanakan sebulan sebelumnya.

Pelakunya adalah Hisanori Asahina (52), anggota Yakuza dari Takenakagumi generasi kedua berafiliasi ke Yamaguchigumi.

"Sebulan sebelum pembunuhan dia ke restoran tersebut tanya staf restoran, di mana tempat parkir kalau makan di sini. Lalu dia merencanakan baik-baik pembunuhan tersebut setelah mengetahui kira-kira sekitar jam berapa korban datang dan ke luar dari restoran itu," kata sumber Tribunnews.com, Selasa (3/12/2019).

Tepat sesuai rencana tersangka Asahina datang ke lokasi pembunuhan, mencegat korban di luar restoran, dan menembakkan korban dengan senapan mesin M16 Carbine yang biasa dipakai tentara Amerika saat perang Vietnam lalu.

Baca: Anggota Yakuza Jepang Mengacungkan Senapan Mesin dan Pistol ke Polisi

Baca: Senapan Mesin Yakuza Jepang Bunuh Satu Pimpinan

Baca: Selundupkan Narkoba Senilai 300 Juta Yen, Markas Yakuza Jepang Taishukai Digerebek Polisi

Selain membawa senapan mesin, tersangka juga membawa pistol.

Kedua senjata api itu sempat ditodongkan kepada dua polisi di dalam mobil mereka yang mengejar tersangka.

"Kalau tersangka mau membunuh dua polisi itu dengan mudah sebenarnya. Tetapi memang yakuza tidak membunuh orang yang tidak ditargetkannya dan langsung menyerah serta mengakui perbuatannya," tambahnya.

Tersangka Asahina mengakui sudah merencanakan pembunuhan itu sejak sebulan lalu dan langsung mengakui kepada polisi dia sendiri yang membunuh tidak ada orang lain yang menyuruhnya.

Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan asli Asahina yang diduga sebagai bentuk ancaman dari Yamaguchigumi kepada kelompok pecahannya agar segera bergabung kembali, jangan memecahkan diri jangan memisahkan diri.

Namun beberapa anggota dengan tegas menolak untuk bergabung kembali ke dalam Yamaguchigumi.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved