Deutsche Welle

KTT Iklim di Madrid, 200 Negara Tunjukkan Komitmen Dalam "Revolusi Hijau"

Sekjen PBB Antonio Guterres mengaku kecewa terhadap upaya negara-negara di dunia dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini ia sampaikan…

Para pemimpin dari 200 negara menjanjikan sebuah “revolusi hijau” di hari pertama KTT Iklim COP25, yang dimulai di Madrid, Senin (02/12).

Di hari pertama gelaran KTT ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa dirinya “kecewa” dengan upaya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Apakah kita benar-benar mau dikenang sebagai generasi yang sembunyi dari kenyataan?” kata Guterres dalam pidato pembukanya. Dia pun mendesak delegasi negara-negara yang hadir untuk tidak menyerah menghadapi perubahan iklim.

Konferensi iklim ini sebelumnya akan digelar di Santiago, Chili. Namun karena adanya kekacauan politik di Chili, gelaran tersebut dipindahkan ke Madrid, Spanyol.

Tujuan utama konferensi ini adalah untuk mengklarifikasi aturan-aturan agar yang akan membantu tercapainya tujuan pembatasan pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius, sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Paris.

Konsep perdagangan emisi berbasis pasar juga akan menjadi isu utama dalam konferensi ini.

Percaya sains

Banyak pemimpin dan perwakilan dunia menyampaikan pidatonya di hari pertama konferensi iklim terbesar ini.

Pelaksana tugas Perdana Spanyol, Pedro Sanchez mengecam pihak yang menyangkal perubahan iklim, dengan mengatakan “hanya segelintir orang fanatik yang menyangkal bukti (perubahan iklim).”

Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya setuju dengan sentimen itu. Menurutnya, para pemimpin harus percaya terhadap sains dan ilmu pengetahuan ketika berbicara tentang perubahan iklim.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved