BBC

Apakah 'alat kontrasepsi pria pertama' di dunia akan berhasil?

India akan segera meluncurkan suntikan kontrasepsi pria pertama di dunia. Apakah alat kontrasepsi pria ini akan berhasil?

Sudah waktunya bagi opsi kontrol kelahiran yang digunakan pria. Selama beberapa dekade, perempuan menanggung beban kehamilan yang tidak direncanakan.

Untuk waktu yang lama, pria hanya bergantung pada dua metode kontrasepsi. Mereka bisa menggunakan kondom, atau menjalani operasi sterilisasi yang disebut vasektomi dengan memotong atau menutup dua tabung yang membawa sperma ke penis. Sementara, pil KB pria dan gel kontrasepsi masih dalam proses pengerjaan.

Tetapi India mengatakan akan segera meluncurkan suntikan kontrasepsi pria pertama di dunia. Apakah ini akan menjadi alat kontrasepsi pria yang berhasil?

Diciptakan oleh Sujoy Guha, seorang insinyur biomedis berusia 78 tahun yang berbasis di Delhi, obat ini adalah obat yang disuntikkan ke dalam tabung yang membawa sperma dari testis ke penis. Para peneliti mengklaim, kontrasepsi non-hormonal ini akan efektif selama 13 tahun.

Setelah bertahun-tahun percobaan terhadap manusia, obat yang disebut Risug, akronim dari reversible inhibition of sperm under guidance atau penghambatan sperma reversibel di bawah bimbingan, akhirnya siap.

Ini adalah gel kental yang menonaktifkan sperma. Efektivitas bagian kedua dari perawatan - suntikan pelarut gel yang ditargetkan membalikkan efek dan membalikkan kemungkinan seorang pria menjadi ayah - belum diujikan pada manusia, meskipun telah berhasil dalam percobaan pada hewan. Seperti metode non-penghalang lainnya, injeksi kontrasepsi tidak akan melindungi terhadap infeksi menular seksual.

kontrasepsi, seks, kb, perempuan, kelahiran, kondom, vasektomi
Getty Images
Risug berupa gel kental yang ditargetkan menonaktifkan sperma

"Ini akan menjadi alat kontrasepsi kelas dunia untuk pria. Ini aman dan efektif dan tahan lama. Kami berharap akan segera diproduksi dalam waktu dekat," kata RS Sharma, ahli biologi reproduksi di Dewan Penelitian Medis India yang berbasis di Delhi, yang juga peneliti utama obat.

Namun, ada beberapa pertanyaan muncul mengenai apakah ini benar-benar kontrasepsi yang dapat dibalikkan.

Beberapa ilmuwan mengatakan Risug benar-benar menjadi pengganti bedah vasektomi, sesuatu yang tidak sepenuhnya disangkal oleh para peneliti India.

"Aspek kontrasepsi obat masih perlu dipastikan dengan studi reversibilitas yang diperluas. Saat ini tampaknya lebih seperti pendekatan sterilisasi. Reversibilitas diperlukan untuk memungkinkan obat menjadi kontrasepsi perlu dikembangkan," kata Michael Skinner, seorang ahli biologi reproduksi di Universitas Negeri Washington.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved