BBC

Kebakaran melalap pabrik di India saat para pekerja tidur, puluhan orang tewas

Lebih dari 40 orang tewas dalam kebakaran besar yang melanda sebuah pabrik di ibu kota India, Delhi, sebut sejumlah pejabat India.

india
Reuters
Seorang kerabat korban kebakaran pabrik di Delhi, India, menangis di luar kamar jenazah.

Lebih dari 40 orang tewas dalam kebakaran besar yang melanda sebuah pabrik di ibu kota India, Delhi, sebut sejumlah pejabat India.

Kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (08/12) dini hari setempat, melalap gedung enam lantai yang terletak di kawasan kota tua yang padat.

Api dilaporkan bermula dari lantai bawah dan menyebar ke lantai tiga. Di sana sedikitnya 100 pekerja sedang terlelap di dalam pabrik, yang memproduksi tas, sebut dinas SAR. Dikhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah. Sebanyak 60 orang berhasil diselamatkan.

Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, menyebut kejadian ini sebagai "hilangnya nyawa-nyawa berharga secara tragis".

Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan kebakaran tersebut mengerikan dan aparat "menyediakan segala bentuk bantuan di lokasi tragedi".

pabrik india
Reuters
Area tempat pabrik berada di antara lorong-lorong sempit sehingga menyulitkan para petugas pemadam untuk mematikan api.
kebakaran india
Reuters
Penyebab kebakaran masih diselidiki.

Dinas Pemadam Kebakaran Delhi menerima pemberitahuan pertama mengenai insiden kebakaran pada Minggu (08/12) pukul 05.22 waktu setempat atau pukul 07.22 WIB.

Area tempat pabrik berada—Azad Market—adalah kawasan komersial terbesar di Delhi. Banyak lorong sempit di sana sehingga menyulitkan para petugas pemadam untuk mematikan api. Mereka juga harus memanggul korban satu demi satu.

Hingga pukul 09.30 waktu setempat, sediktinya 56 orang telah dibawa ke rumah sakit, kata Direktur Dinas Pemadam Kebakaran Delhi, Atul Garg, sebagaimana dikutip harian the Hindustan Times.

"Mereka semua jatuh pingsan karena asap," ujarnya.

Sejumlah korban cedera kini dirawat di berbagai rumah sakit.

Pejabat Dinas Pemadam Kebakaran lainnya, Sunil Choudhary, mengatakan pabrik itu antara lain memproduksi tas sekolah dan botol.

Penyebab kebakaran sampai berita ini diturunkan masih diselidiki.

Map
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved