Pelaku Chikan Sempat Lari ke Rel Kereta Api Sebelum Akhirnya Menyerahkan Diri kepada Polisi Jepang

Seorang karyawan berusia 34 tahun, Ogi Masanobu akhirnya menyerahkan diri kepada polisi usai melakukan chikan (meraba bagian sensitif wanita).

Pelaku Chikan Sempat Lari ke Rel Kereta Api Sebelum Akhirnya Menyerahkan Diri kepada Polisi Jepang
Twitter
Pelaku chikan (peraba bagian sensitif wanita) kabur ke tengah rel kereta api, Senin (9/12/2019) di Stasiun Higashi Urawa Perfektur Saitama. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang karyawan berusia 34 tahun, Ogi Masanobu akhirnya menyerahkan diri kepada polisi usai melakukan chikan (meraba bagian sensitif wanita).

Ogi Masanobu sempat kabur ke rel kereta api di Stasiun Higashi Urawa Perfektur Saitama, setelah aksinya itu, Senin (9/12/2019) sekitar jam 8 pagi sebelum akhirnya menyerahkan diri kepada polisi.

"Tersangka telah menyerahkan diri siang hari mengakui perbuatannya tersebut pagi kemarin," kata sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang, Selasa (10/12/2019).

Lelaki itu mengakui tak tahan jika melihat wanita cantik di dekatnya.

Gadis yang diraba masih berusia belasan tahun.

Pelaku chikan (peraba bagian sensitif wanita) kabur ke tengah rel kereta api, Senin (9/12/2019) di Stasiun Higashi Urawa Perfektur Saitama.
Pelaku chikan (peraba bagian sensitif wanita) kabur ke tengah rel kereta api, Senin (9/12/2019) di Stasiun Higashi Urawa Perfektur Saitama. (Twitter)

Video dari seorang penumpang kereta yang kebetulan ada di lokasi itu dengan durasi sekitar 30 detik itu dalam 3 jam menarik perhatian sekitar 170.000 pengunjung.

Gara-gara kejadian tersebut, kereta api Musashino Line terlambat 17 menit melayani masyarakat di jalur tersebut.

Hukuman penjara 5 tahun serta denda 500.000 yen menanti tersangka karena Chikan termasuk tindak pidana di Jepang, termasuk jalan dan atau lari di tengah rel kereta api tanpa izin petugas.

Sementara itu Tribunnews.com, Senin (9/12/2019) juga mendapat laporan dua wanita Indonesia yang juga pernah mengalami Chikan selama kehidupannya beberapa tahun di Tokyo.

"Saat pulang kerja malam-malam saya diikuti lelaki Jepang pakai sepeda. Saya ketakutan sekali lalu telepon teman-teman Indonesia, saya malah ditertawakan. Padahal saya diikuti terus dan terakhir mau diraba tetapi saya berhasil lari kencang," kata A, warga Indonesia, Senin (9/12/2019) sore.

Baca: 7 Alasan Buah Melon di Jepang Sangat Mahal hingga Ratusan Mencapai Ratusan Juta

Baca: Tangis Merry Pecah Usai Dibelikan iPhone 11 Pro Seharga Rp 21 Juta oleh Raffi Ahmad di Jepang

Baca: Keisuke Doi, Korban Salah Tangkap Kasus Perampokan di Jepang Sempat Dipenjara 300 Hari

Baca: Nagita Slavina Beli Buah Jutaan Rupiah saat di Jepang Tanpa Berpikir, Raffi Ahmad: Gila, Sultan Abis

Seorang wanita Indonesia lainnya, R, juga menyatakan cerita yang hampir sama.

"Iya mas, saya saat pulang kerja malam lewat sebuah taman sepi, tahu-tahu disentuh dari belakang, terus tanya, mau minum sama saya gak, ya saya tolak langsung. Eh dia tanya, mau makan sama saya gak, saya jawab banyak makanan di rumah, lalu saya lari kabur. Mungkin dia mabuk kali ya," ujarnya.

Beberapa warga asing di Jepang memang pernah kena aksi chikan terutama di dalam kereta api. Ada yang berani teriak dan ada yang takut, tetapi langsung bergeser ke tempat lain.

Kejadian yang dialami A juga terjadi di dalam kereta lalu dia teriak dalam bahasa Inggris dan pelaku langsung diamankan petugas stasiun kereta api setempat.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved