Ternyata Api Obor Olimpiade Jepang Dibawa Berkeliling Menggunakan Kereta Gantung, Ski dan Megasurf

Api obor Olimpiade di kelilingkan dari Miyagi ke Tokyo, Osaka, Shikoku, Fukuoka, Okinawa dan balik ke Hokkaido bukan hanya lewat jalan darat saja deng

Ternyata Api Obor Olimpiade Jepang Dibawa Berkeliling Menggunakan Kereta Gantung, Ski dan Megasurf
Richard Susilo
Atlit ski juga ikut membawa obor olimpiade menyusuri daerah-daerah di Jepang dan juga penggunaan papan megasurf. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Setelah obor api Olimpiade memasuki Jepang tanggal 20 Maret 2020, di estafetkan mulai tanggal 26 Maret 2020 dan ternyata tidak hanya dibawa para pelari, yang berlari di jalan raya saja.

"Api obor Olimpiade di kelilingkan dari Miyagi ke Tokyo, Osaka, Shikoku, Fukuoka, Okinawa dan balik ke Hokkaido bukan hanya lewat jalan darat saja dengan berlari, tetapi pakai banyak alat transportasi pula," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (18/12/2019).

Misalnya saat berada di kota Isehara perfektur kanagawa, obor Olimpiade tersebut dibawa juga menggunakan kereta gantung (cable card) di kota tersebut beserta para pelarinya.

Kereta gantung mambawa pula obor Olimpiade di Jepang
Kereta gantung mambawa pula obor Olimpiade di Jepang (Richard Susilo)

Demikian pula saat berada di Kinkazan Ropeway Gifu, obor Olimpiade dibawa pelari juga menggunakan kereta gantung Kinkazan di perfektur Gizu.

Lalu saat berada di kota Inawashiromachi perfektur Fukushima, obor Olimpiade 2020 juga dibawa atlit khusus peraih medali emas Jepang menggunakan ski menyusuri salju-salju.

Bukan hanya itu saja di Yokohama perfektur Kanagawa juga obor Olimpiade akan dibawa menggunakan Megasurf atau papan untuk surfing ukuran raksasa bisa dinaiki 4 orang.

Jadi obor Olimpiade ternyata dikelilingkan Jepang bukan hanya dengan berlari di darat ternyata menggunakan berbagai alat atau kendaraan beraneka ragam pula sampai akhirnya berhenti di stadiun utama olahraga nasional di Tokyo yang baru diresmikan 15 Desember 2019 dan dirancang oleh Kengo Kuma menghabiskan biaya sekitar 157 miliar yen bisa menampung 60.000 penonton.

Bagi penggemar Jepang dapat ikut diskusi dan info terakhir dari WAG Pecinta Jepang. Email nama lengkap dan nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved