Penerima Penghargaan Nobel dari Jepang: Pendidik Cari Daya Tarik Anak, Jangan Paksakan Mereka

Prof Akira Yoshino (71) mengharapkan kalangan pendidik mencari daya tarik anak, bukannya malah memaksakan mereka pada suatu hal.

Penerima Penghargaan Nobel dari Jepang: Pendidik Cari Daya Tarik Anak, Jangan Paksakan Mereka
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Prof Akira Yoshino (71), penerima Nobel Kimia, fokus pada bidang batere Lithium Ion. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penerima hadiah Nobel bidang kimia, Prof Akira Yoshino (71) mengharapkan kalangan pendidik mencari daya tarik anak, bukannya malah memaksakan mereka pada suatu hal.

"Bagi para pendidik hendaknya mencari daya tarik anak didiknya bukan memaksakan kehendak sendiri kepada anak, apabila anak tersebut ingin berkembang dengan baik," kata Prof Akira Yoshino kepada Tribunnews.com, Jumat (20/12/2019).

Yoshino yang sangat hormat dan mendapat pengaruh belajar lebih giat dari guru sekolah dasarnya Naito (Tsuda) kemarin bertemu pertama kali nostalgia 60 tahun dan membicarakan masa lalunya terutama soal sains lilin yang sangat membuatnya sangat tertarik kepada sains.

"Yang penting anak itu sendiri yang harus menggali sendiri daya tariknya. Dari sana akan berkembang lebih lanjut. Namun pendidik juga harus ikut membantu menggali daya tarik tersebut," tambahnya.

Baca: Sindikat Jual Beli Mobil Mewah Curian di Jepang Palsukan Sedikitnya 20 Unit Kendaraan

Baca: Menhan RI Prabowo Subianto Bertemu Menhan Jepang Taro Kono Jumat Besok

Baca: Menteri Lingkungan Hidup Jepang Upayakan Pengurangan Nuklir dan Batu Bara

Apabila telah mendapatkan daya tarik sendiri maka akan muncul rasa ingin tahu yang semakin lebih besar sehingga bisa membantu karakter anak untuk belajar sains dan teknologi lebih besar lagi.

"Sains sebetulnya sama juga seperti arkeologi, sama-sama mencari harta karun," kata dia.

Apabila belum dapat jangan kecewa, terus cari dan gali lagi maka akan mendapatkan sesuatu yang kecil.

"Apabila telah dapat yang kecil maka akan dapat yang lebih besar nantinya," ujar dia.

"Prediksi mada depan juga sangat susah. Tetapi kalau bisa meninjau tugas kita dengan lebih baik dan akhirnya bisa pula memprediksi sedikit masa depan, maka sukses akan berada di depan kita," tambahnya.

Yoshino berharap mulai dari anak-anak rasa ingin tahu dan mencari daya tarik kemampuannya sendiri sangatlah penting, sehingga diharapkan nantinya setelah dewasa mendapatkan harta karun yang diharapkan.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved