Syukurlah, Bayi 8 Minggu Selamat Usai Dicaplok Ular Sanca di Bagian Wajah

Hasil observasi awal, kondisi Bayi Hamish baik-baik saja dan langsung diperbolehkan pulang oleh rumah sakit.

Syukurlah, Bayi 8 Minggu Selamat Usai Dicaplok Ular Sanca di Bagian Wajah
TRIBUN JAKARTA/GERALD
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, DARWIN -- Seorang bayi berusia 8 minggu di Darwin, Australia selamat pasca digigit ular sanca di bagian wajahnya.

Ular tersebut menyelinap masuk ke dalam keranjang tempat tidurnya.

Mengutip ABC Australia Sabtu (21/12/2019), ibu bayi Julia McLennan menceritakan, pada tengah malam dirinya mendengar sang bayi menangis.

Ia mengira, bayi sedang kelaparan. Namun, ia terkejut setelah melihat seekor ular sanca berada di dekat bayi.

"Saya langsung mengeluarkannya dari keranjang dan membawanya. Saya melihat ada tiga atau empat gigitan di pipinya," kata Julia kepada ABC Radioa Darwin.

Baca: Triangle Ekonomi Indonesia, Australia dan Timor Leste Masih Sebatas Wacana

McLennan menuturkan telah mengikuti lima kali kursus pertolongan pertama pada kasus gigitan ular.

"Tapi mereka tidak mengajarkan apa yang harus dilakukan jika bayi digigit ular dibagian wajah," ucapnya lagi.

Bayi laki-laki bernama Hamish Lidgerwood itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dari rumah Julia di pinggiran kota Darwin, Girrawen pada Rabu (18/12/2019) dini hari.

Hasil observasi awal, kondisi Bayi Hamish baik-baik saja dan langsung diperbolehkan pulang oleh rumah sakit.

McLennan mengatakan, ular yang menggigit bayinya berjenis ular python zaitun yang tidak berbisa.

Keadaan Hamish telah pulih dan keluarga McLennan memeriksa seluruh keadaan rumah, memastikan kejadian itu tak terulang lagi.

"Kami baru menempati properti ini enam bulan dan belum pernah melihat ular ini ada di sekitar sini," kata McLennan.

Sementara itu Matthew Lamb dari Taman Margasatwa Teritorial Utara mengatakan, masyarakat perlu waspada atas keberadaan ular selama bulan-bulan beriklim hangat ini, ketika ular akan lebih aktif.

"Masyarakat perlu memasang kawat di sekitar titik masuk yang memungkinkan, menutup pintu, dan memastikan kebun mereka bersih," ungkap Matthew.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved