12 dari 1.120 Tengkorak Korban Perang Dunia II Jepang Ditemukan di Indonesia

Dari sekitar 300.000 tengkorak warga Jepang di dalam laut, baru 12 tengkorak yang diangkat di Indonesia dan ribuan lain di banyak negara.

12 dari 1.120 Tengkorak Korban Perang Dunia II Jepang Ditemukan di Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Data tengkorak yang masih ada di dalam laut dan yang telah diangkat dari Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang. 

Sebanyak 47 tengkorak dibawa kembali pada tahun 1994-1995, tetapi hanya ketika ada informasi tentang penemuan tulang dari lapangan.

Kemudian hanya 12 tulang yang dikumpulkan di Indonesia dan 4 tulang dikumpulkan di Kepulauan Truck.

Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang telah mengindikasikan bahwa banyak dari kapal yang tenggelam dalam, dan sulit untuk mengambil sisa-sisa dan mengumpulkan tengkorak dari penyelam dari sudut pandang teknis dan keselamatan.

Baca: Wakil Mendagri Jepang Bocorkan Rahasia, Menteri Sanae Serahkan 3 Bulan Gajinya kepada Pemerintah

Baca: Sebut NHK Sama Dengan Yakuza, Wakil Presiden Senior Pos Jepang akan Dikenakan Sanksi Administrasi

Baru-baru ini, penyelam menemukan sisa-sisa di Aikuni Maru, sebuah kapal transportasi yang tenggelam pada kedalaman 50-70 meter di Kepulauan Truck.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan mengatakan, "Peningkatan dalam teknologi menyelam telah memungkinkan untuk mengumpulkan lebih dalam dari yang diharapkan. Foto-foto tulang terbuka, sebenarnya telah meninggalkan martabat perang dan berkabung. Mestinya kurang baik itu."

Sisa-sisa tulang yang terendam dengan baik memiliki kemungkinan tinggi untuk mengidentifikasi mereka dengan identifikasi DNA juga membantu mempromosikan pengumpulan.

Pemerintah telah mengadakan konferensi koordinasi pada 17 Desember dengan kementerian terkait seperti Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan, dan Kementerian Pertahanan.

Tulang yang terendam juga dimasukkan dalam strategi promosi hingga tahun Reiwa 6, yang merupakan periode pengumpulan tulang terkonsentrasi.

Tengkorak kepala manusia ditemukan di lahan sawit di Inhu, Riau.
Tengkorak kepala manusia ditemukan di lahan sawit di Inhu, Riau. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmad)

Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan akan mengadakan pertemuan studi dengan para ahli dan menyusun langkah-langkah khusus seperti aspek teknis.

Ichirou Kuwayama dari Kota Chita, Perfektur Aichi, yang kehilangan ayahnya di Aikoku Maru, mengungkapkan, "Saya pikir kapal yang tenggelam itu adalah kuburan ayah saya, tetapi saya ingin mengembalikannya ke Jepang jika memungkinkan."

Pihak kementerian menyambut baik keinginan tersebut dan berusaha memenuhinya di masa mendatang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved