Peneliti Jepang Naoki Tsukahara Ungkap Hasil Penelitiannya Terkait Burung Karasu Selama 17 Tahun

Burung Karasu Jepang atau gagak atau Genus Corvus tercatat sebagai binatang ketiga yang paling merusak hasil panen pertanian di Jepang.

Peneliti Jepang Naoki Tsukahara Ungkap Hasil Penelitiannya Terkait Burung Karasu Selama 17 Tahun
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pencipta suara gagak (kiri) Naoki Tsukahara (40) menggunakan speaker biasa (kanan). 

Seorang samurai Jepang lainnya menggunakan semacam burung garuda atau burung elang besar peliharaan ke arah kelompok burung gagak tersebut yang tentu ketakutan dan juga akhirnya kabur dari lokasi Karasu yang biasa berkumpul.

Karasu paling suka bertengger di ketinggian pohon terlindung dan juga di kabel listrik yang membentang di ketinggian.

Kalau siang mencari makanan ke tempat aman, seringkali jauh dari kantor wali kota Aomori, lalu sore malam hari kembali ke teman dekat kantor Aomori yang rindang dengan pohon tinggi dan lebat, sebagai tempat tidur Karasu.

Binatang ini sering berani datang ke toko buah yang memajang buahnya di depan toko lalu dimakan seenaknya sehingga buah jadi rusak tak bisa dijual dan mengakibatkan kerugian bagi pemilik toko.

Bagi penggemar Jepang dapat ikut diskusi dan info terakhir dari WAG Pecinta Jepang. Email nama lengkap dan nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved