Natal 2019

Paus Fransiskus: Anak-anak Zaman Sekarang, di Meja Makan Masih Mengobrol Lewat Ponsel Masing-masing

Paus adalah pengguna setia media sosial dan sering mengizinkan para jemaat untuk berswafoto dengannya.

Paus Fransiskus: Anak-anak Zaman Sekarang, di Meja Makan Masih Mengobrol Lewat Ponsel Masing-masing
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Paus Fransiskus seusai memberikan pidato di lokasi bom atom Nagasaki, Minggu (24/11/2019) sekitar jam 10.30 waktu Jepang. 

TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Paus Fransiskus menyerukan kepada orang-orang untuk meletakkan ponsel mereka di meja makan dan mulai berbincang secara langsung, sambil menyebut Yesus, Maria dan Yusuf sebagai contoh.

Mereka "berdoa, bekerja dan berkomunikasi satu sama lain", kata Paus di hadapan massa yang memadati Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Roma.

"Kita harus kembali berkomunikasi dalam keluarga kita," serunya dalam pidato tanpa naskah.

Paus adalah pengguna setia media sosial dan sering mengizinkan para jemaat untuk berswafoto dengannya.

"Saya bertanya-tanya apakah Anda, di dalam keluarga, tahu cara berkomunikasi atau justru seperti anak-anak zaman sekarang di meja makan yang mengobrol lewat ponsel masing-masing. Di mana ada keheningan seperti pada misa, tapi mereka tidak saling berkomunikasi," kata Paus.

"Para ayah, orang tua, anak-anak, kakek-nenek, saudara dan saudari, ini adalah tugas yang harus diselesaikan sekarang, di hari Keluarga Kudus," tambahnya.

Baca: Tokoh NU dan Muhammadiyah Bakal Hadir di Perayaan Natal Nasional 2019

Ini bukan kali pertama Paus - yang memiliki lebih dari 18 juta pengikut Twitter - menegur pengikutnya karena terlalu lama bermain ponsel, terutama ketika misa berlangsung.

"Pada waktu tertentu pendeta yang memimpin misa mengatakan 'angkatlah hati kita'. Ia tidak bilang 'angkatlah ponsel kita untuk foto' - itu adalah hal yang sangat buruk," katanya pada tahun 2017.

"Sungguh sedih ketika saya merayakan misa di sini atau di dalam basilika dan melihat banyak ponsel terangkat - bukan hanya milik jemaat, tapi juga para pendeta dan uskup! Tolonglah!"

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved