Penarikan Uang Ilegal dari Rekening Bank Online di Jepang Meningkat Tajam

Badan Kepolisian Nasional Jepang mencatat terjadi peningkatan penarikan uang ilegal dari rekening bank online dalam beberapa bulan terakhir.

Penarikan Uang Ilegal dari Rekening Bank Online di Jepang Meningkat Tajam
Richard Susilo
Markas Besar Kepolisian Jepang di Kasumigaseki Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Badan Kepolisian Nasional Jepang mencatat terjadi peningkatan penarikan uang ilegal dari rekening bank online dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan November, 573 kasus penarikan tanpa izin dari akun internet banking dan transfer uang, yang berjumlah 776 juta yen (7 juta dolar AS) sebagai kerugian besar telah dilaporkan pemilik akun yang bersangkutan.

Padahal bulan Agustus 2019 terjadi 105 kasus dan 67 juta yen kerugian.

Asosiasi Perbankan Jepang, yang berbagi informasi dengan pihak kepolisian telah memperingatkan pengguna (pemilik akun online) untuk tidak membuka email "mencurigakan" atau pesan teks digital lainnya dan menghapusnya sesegera mungkin.

Uang 10.000 yen
Uang 10.000 yen (Richard Susilo)

Pada bulan Juli 2019, jumlah kasus mencapai 48 kasus, dan sejak itu telah meningkat pesat hingga kini.

Trik khas yang digunakan oleh penipu adalah mengirim pesan teks digital secara acak dan membuatnya seolah-olah berasal dari bank, meminta pengguna memasukkan kembali kata sandi mereka untuk rekening tabungan dan informasi pribadi lainnya untuk peningkatan keamanan.

Pesan semacam itu biasanya dirancang untuk mengarahkan mereka ke situs web palsu dari operator bank online.

Baca: Relokasi Stasiun Shibuya Tokyo Jepang Rampung, Percantik Diri Hadapi Olimpiade 2020

Baca: Carlos Ghosn Ditawarkan Main Film oleh Pihak Hollywood, Ceritakan Pengalamannya di Jepang

"Situs-situs phishing itu bahkan telah mencuri kata sandi otentifikasi dua faktor, memungkinkan penipu untuk mentransfer uang curian ke akun lain dalam waktu singkat," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (4/1/2020).

Program phising mulai banyak bermunculan di ponsel yang ada di Jepang mendadak dari perusahaan besar, misalnya NTT, agar kita mengklik situs yang ada di sana.

"Apabila dilakukan maka ada kemungkinan berakibat data kita pemilik ponsel akan ketarik dapat dicuri oleh pembuat program tersebut. Sebaiknya segera tutup situs tersebut jangan pernah sentuh, apabila muncul jendela pemberitahuan yang agak aneh dari perusahaan besar Jepang mana pun," pesannya.

Bagi penggemar Jepang dapat ikut diskusi dan info terakhir dari WAG Pecinta Jepang. Email nama lengkap dan nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved