Pembukaan Pasar Ikan Toyosu Jepang, Ikan Tuna Seberat 276 Kg Terjual 193,2 Juta Yen

Ikan tuna seberat 276 kg terjual senilai 193,2 juta yen saat pelelangan pertama di tahun 2020 atau pertama di tahun Reiwa.

Pembukaan Pasar Ikan Toyosu Jepang, Ikan Tuna Seberat 276 Kg Terjual 193,2 Juta Yen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Suasana pelelangan ikan di Toyosu Tokyo Jepang, Minggu (5/1/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ikan tuna seberat 276 kg terjual senilai 193,2 juta yen saat pelelangan pertama di tahun 2020 atau pertama di tahun Reiwa untuk pembukaan tahun.

Angka ini merupakan nilai tertinggi dalam dua tahun terakhir ini.

"Saya senang saya bisa mendapatkan lelang tertinggi itu karena merupakan lelang pertama di tahun Reiwa. Saya ingin mengirimkannya kepada konsumen memberikan makanan terlezat ini nantinya," kata Kiyoshi Kimura, pemilik rumah makan Sushi Zanmai kepada pers, Minggu (5/12/2020).

Ikan dari Pelabuhan Oma Perfektur Aomori tersebut mendapatkan nilai tertinggi, yang diperoleh dari laut oleh nelayan Masahiko Yamamoto (57) yang menangkap tuna sirip biru.

Suasana pelelangan ikan di Toyosu Tokyo Jepang, Minggu (5/1/2020).
Suasana pelelangan ikan di Toyosu Tokyo Jepang, Minggu (5/1/2020). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Bagus karena merupakan impian setiap nelayan untuk mendapatkan tuna dengan harga tertinggi di lelang pertama," ujarnya.

Yamamoto, yang telah menjadi nelayan selama lebih dari 40 tahun, berada di atas kapal bersama putranya, Shohei (30) selama hampir 15 tahun.

Dan menanggapi laporan sekitar jam 11 pagi pada tanggal 5 Desember ini dengan gembira.

Lalu kembali melakukan kegiatannya memancing ikan di Aomori.

Baca: Jangan Bergandengan Tangan saat Terjebak Arus Banjir yang Kuat, Ini Cara Tepat yang Harus Dilakukan!

Baca: Bonus Pegawai Negeri Paruh Waktu, Pemerintah Jepang Siapkan 170 Miliar Yen

Baca: 9 Januari Kejaksaan Lebanon Umumkan Apakah akan Menuntut Carlos Ghosn atau Tidak

Kapal Yamamoto empat tahun yang lalu telah terbakar dan ada periode di mana dia tidak bisa pergi memancing.

"Saya pikir saya yang melakukannya dengan baik. Harga yang terjual itu untuk membayar utang kapal baru," lanjut Yamamoto.

Sakao Sakao, kepala Koperasi Perikanan Oma mengatakan, "Para nelayan berjuang keras untuk menangkap ikan, meskipun cumi-cumi dan tuna lainnya tidak ditangkap, dan para nelayan lega mendapatkan harga tertinggi. Saya ingin mengharapkan hasil besar di masa depan agar saat-saat seperti ini terus berlanjut. "

Wali Kota Kota Oma, Perfektur Aomori, mengatakan, "Saya senang bahwa tuna telah dipilih sebagai harga tertinggi dan berita bahwa penduduk setempat sedang booming. Saya ingin memajukan kondisi perikanan pesisir saat ini dan melindungi kota tuna Oma."

Bagi penggemar Jepang dapat ikut diskusi dan info terakhir dari WAG Pecinta Jepang. Email nama lengkap dan nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved