Komandan Pasukan Elit Iran Tewas

Dubes Iran untuk PBB: Kami akan Bertindak

Ravanchi yang juga menjabat sebagai Diplomat PBB itu menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas

Dubes Iran untuk PBB: Kami akan Bertindak
Kolase Foto (Wikimedia dan Pixabay)
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengeluarkan rilis resmi pernyataan penyerangan terhadap pemimpin Pasukan Pengawal Revolusi Islam / Islamic Revolutionary Guard Corps-Quds Force. Sementara merespon serangan tersebut, Iran siapkan balas dendam besar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Majid Takht Ravanchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) yang telah memulai perang melalui aksi teror.

Ia menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku memerintahkan pembunuhan terhadap Jenderal Pasukan Quds Qassem Soleimani menyakiti perasaan warga Iran.

Baca: Ketegangan Iran-AS: Ali Khamenei Berang, Ancaman Trump Hingga Sikap Indonesia

Dikutip dari laman The Independent, Minggu (5/1/2020), Ravanchi yang juga menjabat sebagai Diplomat PBB itu menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas.

"Iran harus bertindak dan kami akan bertindak," kata Ravanchi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres tampaknya menyerukan untuk de-eskalasi karena ia menilai dunia tidak sanggup lagi melihat Perang Teluk lainnya 'pecah'.

Di sisi lain, sebuah peti mati yang membawa jasad Soleimani didorong melintasi banyak jalan di kota Baghdad, Irak.

Jasadnya pun diarak oleh ribuan warga Irak yang berduka atas kematiannya.

Pimpinan Pasukan Mobilisasi Populer Irak Abu Mahdi al-Muhandis serta beberapa orang lainnya turut meneriakkan 'kematian bagi Amerika'.

Halaman
1234
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved