WNI Diadili di Inggris

Tanggapan Aktivis Anti Kekerasan Seksual Terkait Kasus Predator Seks Reynhard Sinaga

Soal kasus predator seks Reynhard Sinaga, Aktivis perempuan dari komunitas Hollaback! Jakarta ikut memberikan tanggapannya.

DOK. Kepolisian Manchester via Daily Mirro
Apa itu GHB? Lantas apa efeknya? GHB dipakai Reynhard Sinaga untuk membius korbannya demi ia melancarkan aksi. 

TRIBUNNEWS.COM - Reynhard Sinaga menjadi tokoh yang sedang hangat dibicarakan publik.

Ia dijuluki predator seks setelah kasus pemerkosaan berantai terbesar dalam sejarah Inggris.

Reynhad adalah WNI yang sedang menempuh pendidikan di Manchester, Inggris.

Ia dijatuhi hukuman seumur hidup pada Senin (6/1/2020), oleh pengadilan setempat.

Reynhard terbukti bersalah atas 159 kasus pemerkosaan yang dilakukannya dalam kurun waktu 2015-2017.

Tidak hanya itu, ia juga dilaporkan bersalah atas tindak kekerasan seksual terhadap 48 korban pria.

Masing-masing dari 48 korbannya tidak menyadari fakta mereka telah diperkosa atau mengalami pelecehan seksual.

Hal itu baru diketahui setelah polisi mengetuk rumah mereka bertahun-tahun kemudian.

Reynhard menggunakan trik khusus dalam merayu korbannya.

Ia menggunakan obat bius yang dicampurkan dalam minuman kepada para korban.

Botol-botol minuman keras milik Reynhard Sinaga tertata di sudut flat-nya. Diduga miras tersebut diberikan kepada korban setelah diberi obat bius. (DOK. Polisi via Daily Mirror)
Botol-botol minuman keras milik Reynhard Sinaga tertata di sudut flat-nya. Diduga miras tersebut diberikan kepada korban setelah diberi obat bius. (DOK. Polisi via Daily Mirror) ((DOK. Polisi via Daily Mirror))
Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved