Pria di Cina Nyelonong Masuk ke Mesin Pemindai Barang di Stasiun Kereta Karena Malas Buka Mantel

Seorang pria di Cina memilih masuk ke mesin pemindai barang karena ia malas melepas mantel yang dipakainya.

Pria di Cina Nyelonong Masuk ke Mesin Pemindai Barang di Stasiun Kereta Karena Malas Buka Mantel
(Screengrab from YouTube via Asia One)
Potongan rekaman menunjukkan seorang pria masuk ke dalam mesin pemindai barang di Stasiun Jalur Kereta Barat Beijing, China. Pria itu melakukannya setelah diketahui malas melepas mantel.(Screengrab from YouTube via Asia One) 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang pria di Cina memilih masuk ke mesin pemindai barang karena ia malas melepas mantel yang dipakainya.

Aksinya tersebut terekam CCTV.

Pria itu disebut sampai di Stasiun Jalur Kereta Barat Beijing setelah pulang dari liburan Festival Musim Semi bersama istri.

Saat sampai di pos pemeriksaan, pria yang tak disebutkan identitasnya itu diminta untuk melepas mantel dan mengosongkan kantongnya.

Baca: Gadis 22 Tahun Tak Dikenali Ibunya Karena Wajah Berubah Setelah Operasi, Ini Foto Rupa Aslinya

Namun dilansir Shanghaiist via Asia One Rabu (8/1/2020), si pria tiba-tiba masuk ke dalam mesin pemindai barang.

Dalam video yang beredar, dia mengabaikan teriakan petugas pos pemeriksa dan masuk ke dalam mesin, dan kemudian keluar.

Begitu keluar, dia segera berdiri dan hampir tergelincir akibat bantalan mesin pemindai, dan dilaporkan langsung ditangkap polisi.

Baca: Edhy Prabowo: Kita Tidak Boleh Kalah dengan Garakan Kapal Cina

Oleh polisi, dia digelandang ke kantor, dan mengaku dia masuk karena terlalu malas melepas mantel musim dinginnya.

Akhirnya, pria itu dan istrinya dilepaskan polisi Cina.

Tidak dijelaskan apakah mereka masuk lagi melalui pos pemeriksaan.

Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Malas Lepas Mantel, Pria di China Ini Masuk Mesin Pemindai Barang"

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved