Iran Vs Amerika Memanas

Maskapai Ukraina: Pesawat Tidak Terima Peringatan Ancaman dari Bandara Teheran

Iran mengakui militernya keliru menembakkan rudal ke pesawat milik Ukraina itu, sehingga mengakibatkan 176 penumpang dan awak pesawat tewas.

Maskapai Ukraina: Pesawat Tidak Terima Peringatan Ancaman dari Bandara Teheran
Twitter@Aviation_NewsTW
Potongan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraina International Airlines nomor penerbangan 752, yang jatuh di dekat Bandara Teheran pada Rabu (8/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM - Pesawat Ukraina International Airlines yang jatuh di Iran minggu lalu tidak menerima peringatan dari Bandara Teheran tentang kemungkinan ancaman terhadap keamanannya, sebelum lepas landas menuju Kiev.

Pihak maskapai ini juga membantah pesawat menyimpang dari jalur normal.

Demikian disampaikan Wakil presiden operasi Ukraine International Airlines, Ihor Sosnovsky seperti dilansir dari Reuters, Minggu (12/1/2020).

Hal itu menanggapi pernyataan militer Iran yang mengatakan pesawat terbang dekat ke lokasi militer sensitif dari pasukan Elite Garda Revolusi.

Baca: PM Kanada: Iran Harus Bertanggung Jawab Atas Penembakan Pesawat Ukraina

Baca: Usai Dibebaskan, Dubes Inggris Bantah Tudingan Terlibat dalam Unjuk Rasa di Teheran

Baca: Inggris Kecam Iran karena Menangkap dan Menahan Duta Besarnya di Teheran

Sebelumnya Iran mengakui militernya keliru menembakkan rudal ke pesawat milik Ukraina itu, sehingga mengakibatkan 176 penumpang dan awak pesawat tewas.

Karena dalam waktu yang sama, militer Iran tengah berada pada 'kesiapan level tertinggi' di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Maskapai Ukraina pun menyerukan Iran untuk bertanggung jawab penuh atas jatunya pesawat tersebut dan meminta pihak berwenang Iran menutup bandara.

"Jika Anda sedang perang, boleh saja, tetapi ada orang lain di sekitar Anda yang harus dilindungi," ujar Ihor Sosnovsky.

"Jika mereka menembak dari suatu tempat ke tempat lain, mereka diwajibkan untuk menutup bandara. Wajib. Dan kemudian terserah mau menembak sebanyak yang Anda inginkan."

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved