Menteri Kehakiman Jepang Sebut Carlos Ghosn Ngawur, Hanya Mencari Sensasi

Menteri Kehakiman Jepang Masako Mori menyebut bahwa kesaksian Carlos Ghosn ngawur dan hanya mencari sensasi saja.

Menteri Kehakiman Jepang Sebut Carlos Ghosn Ngawur, Hanya Mencari Sensasi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Kehakiman Jepang, Masako Mori 

Telah dikritik bahwa adanya masalah penuntutan yang bertele-tele berkepanjangan di persidangan dan membutuhkan lebih dari lima tahun untuk putusan.

Meskipun demikian sejak awal jaksa penuntut telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses persidangan.

Baca: Carlos Ghosn Tegaskan PM Jepang Shinzo Abe Tidak Terlibat dalam Kasusnya

Baca: Carlos Ghosn Ditawarkan Main Film oleh Pihak Hollywood, Ceritakan Pengalamannya di Jepang

"Telah dikritik bahwa adanya larangan pertemuan dengan istrinya selama jaminan adalah pelanggaran hak asasi manusia. Namun sebenarnya sejak awal tidak ada batasan untuk mengunjungi orang tertentu kecuali ada risiko melarikan diri atau hilangnya bukti kejahatan," ungkap dia.

Terlepas dari kritik bahwa penyelidikan dilakukan dengan intrik Nissan dan pejabat pemerintah Jepang, pertama-tama, kantor kejaksaan terlibat dalam konspirasi pemangku kepentingan tertentu dan memutuskan bahwa penyelidikan itu, adalah sama sekali tuduhan yang tidak benar.

Selain itu, Ghosn telah membuat tuduhan tentang proses kriminalnya, tetapi dalam kasus apa pun, tuduhan ini tidak membenarkan pelarian Ghosn dari Jepang.

Carlos Ghosn (64) saat ke luar penjara kemarin (6/3/2019).
Carlos Ghosn (64) saat ke luar penjara kemarin (6/3/2019). (Richard Susilo)

"Pelarian itu adalah tindak pidana," kata dia.

Selain itu, jika ada tuduhan yang berkaitan dengan kasus individu, hanya perlu membuat tuduhan bersama dengan bukti nyata di pengadilan Jepang.

"Saya sangat berharap untuk keputusan pengadilan yang terbaik nantinya," kata Menteri Mori.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved