Mengapa Miliarder Jepang Yusaku Maezawa Mulai Kehilangan Kepercayaan dari Masyarakat?

Sensasi miliarder Jepang, Yusaku Maezawa (44) mulai redup sedikit demi sedikit setelah menjual Zozo Town yang didirikannya kepada Yahoo Jepang.

Mengapa Miliarder Jepang Yusaku Maezawa Mulai Kehilangan Kepercayaan dari Masyarakat?
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yusaku Maezawa (44) miliarder Jepang yang kekayaannya terus merosot kini dari 15 miliar dolar AS menjadi maksimum 2 miliar dolar AS. 

Sempat jadi penangkap ikan dan akhirnya setelah kejadian teror di Amerika Serikat 11 September 2001, Yusaku Maezawa (44) mendeklarasikan moto usahanya sebagai Perdamaian Dunia.

Kekayaannya sempat mencapai 15 miliar dolar AS tetapi kini maksimal diperkirakan hanya 2 miliar dolar AS.

Pengumuman belum dilakukan siapa pemenang 100 orang hadiah uang tunai bagi-bagi 1 miliar yen yang janjinya akan diumumkan 2-3 hari.

Ini artinya pengumuman itu akan dilakukan pada 11 Januari 2020. Namun hingga 14 Januari 2020 pagi belum ada kabar apa pun.

"Dia mulai ingkar janji dan akan semakin menjatuhkan reputasi dan kepercayaan masyarakat Jepang kepadanya," tambah sumber itu.

Yusaku Maezawa (44) miliarder Jepang yang kekayaannya terus merosot kini dari 15 miliar dolar AS menjadi maksimum 2 miliar dolar AS.
Yusaku Maezawa (44) miliarder Jepang yang kekayaannya terus merosot kini dari 15 miliar dolar AS menjadi maksimum 2 miliar dolar AS. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sementara itu 8 Januari 2020 Maezawa melaporkan dia menerima laporan bahwa "email pemenang palsu telah dikirim dengan cara DM (Direct Mail).

"Kami belum mengirim DM, jadi berhati-hatilah dengan DM yang curang," ungkap Maezawa.

Postingannya, "Sekarang saya memulai kembali hidup saya. Sekarang saya berusia 44 tahun. Perasaan kesepian dan kekosongan perlahan mulai melonjak ke saya, ada satu hal yang saya pikirkan: Terus mencintai seorang wanita. Saya ingin menemukan 'pasangan hidup.' Dengan mitra masa depan saya, saya ingin meneriakkan cinta dan perdamaian dunia dari luar angkasa."

Pernyataannya ini dinilai membuat tidak sedikit wanita Jepang justru semakin kurang senang kepada miliarder tersebut.

"Dia boleh kaya punya banyak uang, tetapi pola pikirnya menjijikkan sekali," tambah Tanaka.

Baca: PM Jepang Shinzo Abe Tidak Pernah Terpikir untuk Membubarkan Parlemen

Baca: Penolakan Penerbitan Paspor Wartawan Lepas Jepang Junpei Yasuda Melanggar Konstitusi

Tidak pegang janji, semakin dijauhi wnaita Jepang, dan egoismenya yang sangat berlebihan tampaknya jadi faktor berkurangnya popularitas miliarder Jepang saat ini yangsangat senang sekali dengan hal popularitas.

Namun di balik itu semua, upayanya menjual pesawat pribadinya dan menjual Zozotown, sudah menjadi tanda yang sangat jelas, awal kejatuhannya sebagai miliarder.

Belum lagi harus membiayai proyek ke bulan yang belum dilunasinya untuk tiga tahun mendatang.

"Apakah bisa tetap bertahan dalam tiga tahun mendatang? Memang tidak sedikit orang mempertanyakannya," tambah sumber itu.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved