Lompat 1.000 Kali Setiap Hari, Bocah Ini Tak Tumbuh Tinggi, Justru Jadi yang Terpendek di Kelas

Seorang bocah 12 tahun melompat seribu kali setiap hari agar tingginya bertambah. Namun, ia justru jadi anak yang terpendek di kelas.

EBC News
ILUSTRASI Lompat Tali - Seorang bocah 12 tahun melompat seribu kali setiap hari agar tingginya bertambah. Namun, ia justru jadi anak yang terpendek di kelas. 

Habiskan waktu kurang lebih 15 menit di bawah sinar matahari untuk mendapatkan cukup vitamin D.

2. Berolahraga teratur selama masa remaja dan puber

ILUSTRASI OLAHRAGA
ILUSTRASI OLAHRAGA (Tes)

Melakukan olahraga secara teratur bisa membantu tubuh lebih tinggi selama masa remaja.

Setidaknya gerakkan badan dan ototmu selama satu jam setiap harinya.

Kamu bisa melakukannya di gym, bergabung dengan tim olahraga atau gerakan ringan seperti berjalan.

3. Tidur cukup setiap malam

ILUSTRASI TIDUR
ILUSTRASI TIDUR (The Conversation)

Tidur adalah waktu saat tubuh tumbuh, sehingga tidur cukup berarti memberi tubuhmu lebih banyak waktu untuk pertumbuhan.

Cobalah tidur antara pukul 21.00 - 23.00 jika kamu masih remaja atau di bawah 20 tahun.

Hormon pertumbuhan manusia diproduksi secara alami dalam tubuh kita, terutama saat tidur nyenyak.

Tidur nyenyak akan mendorong produksi hormon tersebut yang dibuat di kelenjar hipofisis.

4. Tinggi seringkali ditentukan genetika

ILUSTRASI TINGGI VS PENDEK
ILUSTRASI TINGGI VS PENDEK (The Gleaner)

Para ilmuwan berpendapat, 60% hingga 80% tinggi badan dipengaruhi genetika.

Meski begitu, bukan berarti anak yang terlahir dari orang tua pendek, tidak bisa tinggi.

Mereka hanya akan cenderung pendek, namun memiliki peluang untuk tetap tumbuh tinggi.

5. Jangan hambat pertumbuhanmu

ILUSTRASI MINUMAN BERALKOHOL
ILUSTRASI MINUMAN BERALKOHOL (Drinkware)

Mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan untuk menambah tinggi badan, tapi kamu bisa mengupayakannya dengan tidak menghambat pertumbuhan.

Obat-obatan terlarang dan alkohol dianggap berkontribusi menghambat pertumbuhan.

Tak hanya itu, hal itu juga memicu kekurangan gizi.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved