BBC

Bagaimana mesin jahit tak sengaja telah membebaskan perempuan

Mesin jahit awalnya dibuat oleh pria untuk menangguk keuntungan, tapi ternyata membuat perempuan menjadi lebih merdeka.

Kapitalisme telah mengambil wajah baru. Ini adalah satu cerita bagaimana niat menangguk keuntungan tak sengaja mendorong juga keadilan sosial.

Perusahaan pisau cukur Gillette membuat iklan yang anti terhadap maskulinitas yang merugikan (toxic masculinity), dan perusahaan bir Budweiser membuat botol warna warni untuk mendorong kebanggan terhadap identitas gender yang cair.

Tahun 1850, kisah semacam ini ada pada mesin jahit.


Seorang penemu bernama Isaac Merritt Singer tinggal di Boston, Amerika Serikat, berusaha jadi kaya dengan menciptakan berbagai mesin.

Ia menciptakan mesin pembuat huruf kayu yang dipakai dalam percetakan. Sekalipun mesin buatannya sangat handal, orang tak mau membelinya karena huruf kayu sudah ketinggalan jaman.

Lalu ia beralih ke mesin jahit. Banyak upaya membuatnya selama berpuluh-puluh tahun, tapi tak ada yang berhasil membuat mesin jahit yang handal.

Saat itu tenaga penjahit tergolong murah. Koran New York Herald menyatakan tak ada yang lebih menderita dan kesulitan hidupnya daripada tukang jahit.

Menjahit sepotong kemeja membutuhkan waktu 14 jam, dan mempercepat proses itu bisa mahal biayanya.

Namun bukan hanya penjahit yang menderita. Banyak para istri dan anak yang dituntut bisa menjahit. Menurut penulis Sarah Hale, pekerjaan tanpa akhir ini akan membuat hidup perempuan "isinya cuma kerja keras dalam kebosanan abadi".

Isaac Merritt Singer sendiri adalah seorang yang flamboyan, kharismatik, murah hati tapi terkenal bisa kejam.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved