Virus Corona

Industri Perfilman China Terpukul, Tujuh Film Batal Rilis Perdana Gara-gara Corona

Mewabahnya virus Corona yang diduga meluas hingga ke seluruh wilayah China, tentunya memukul industri film negeri tirai bambu tersebut.

Industri Perfilman China Terpukul, Tujuh Film Batal Rilis Perdana Gara-gara Corona
YouTube Channel 4 News
Kota Wuhan, sumber wabah Virus Corona, pasca karantina pemerintah China, (27/1/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK - China kini diterpa guncangan dahsyat akibat mewabahnya virus Corona yang disebut muncul dari Wuhan.

Wuhan terletak di provinsi Hubei, provinsi yang kini terisolir akibat meluasnya virus mematikan tersebut.

Akibat isolasi yang dilakukan pemerintah China di sejumlah kotanya, mengakibatkan dampak buruk bagi sejumlah sektor.

Mulai dari sektor pariwisata, transportasi hingga sektor perfilman.

Baca: Setelah Sup Kelelawar, Beredar Video Pria Makan Bayi Tikus Hidup-hidup di Tengah Wabah Virus Corona

Baca: Penularan Virus Corona Tidak Berasal dari Pakaian dan Makanan, Begini Penjelasan Kemenkes

Ini pukulan bagi perekonomian negara maju yang kini menjadi salah satu 'ekonomi terkuat di dunia' itu.

Pukulan terhadap Industri Film

Mewabahnya virus Corona yang diduga meluas hingga ke seluruh wilayah China, tentunya memukul industri film negeri tirai bambu tersebut.

Pekan pembuatan film terbesar di China pun 'terusik' kehadiran virus satu ini.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (27/1/2020), tujuh film China yang diputuskan untuk segera rilis pada akhir pekan ini pun mengumumkan mereka membatalkan pemutaran perdana.

Padahal film-film ini diharapkan bisa menghasilkan keuntungan sebesar 1 miliar dolar AS dari penjualan tiket.

Penarikan pemutaran perdana ini memang bukan masalah besar, namun virus corona bisa menjadi masalah besar bagi industri film China jika masyarakat enggan meninggalkan rumah dan menghabiskan uang mereka di luar, dengan ketidakpastian jaminan kondisi kesehatan.

Sehingga ini tentunya akan mempengaruhi bisnis lokal selama musim penjualan film yang biasanya 'panas' di China.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved