Virus Corona
UPDATE Virus Corona: 27 Negara Terjangkit, 304 Meninggal, 14.548 Positif Terinfeksi, 332 Sembuh
Jumlah korban tewas akibat merebaknya virus corona terus bertambah. Virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, China ini telah menewaska
TRIBUNNEWS.COM - Jumlah korban meninggal dunia akibat merebaknya virus corona terus bertambah.
Dikutip dari thewuhanvirus.com, virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, China ini telah menewaskan 304 orang.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya 259 orang pada Sabtu (1/2/2020).
Virus yang mirip dengan Sindrom Pernapasan Akut Parah atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) ini telah menginfeksi sekira 14.548 orang dari yang sebelumnya 11.921 orang.
Namun, ada sekira 332 orang yang dinyatakan sembuh dari virus ini.
Hampir semua kematian terjadi di Hubei, tempat dimana virus tersebut muncul pertama kali di pasar hewan di Wuhan.
Virus corona ini memiliki masa inkubasi 14 hari.
Tanda-tanda terjangkit virus corona bisa menyebar sebelum gejala muncul.
Sejak pertama kali diumumkan pada 31 Desember 2019, virus ini telah menyebar hingga ke 27 negara.
Ke 27 negara tersebut, yakni China, Jepang, Thailand, Singapura, Hong Kong, Australia, Korea Selatan, Taiwan.
Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, Makau, Perancis, Vietnam, Kanada, Uni Emirat Arab, Italia, Rusia.
Inggris, Nepal, Kamboja, Spanyol, Piliphina, Finlandia, Swedia, India, dan Sri Lanka.
Dikutip dari Reuters, akibat penyebaran virus corona ini, China tengah menghadapi puncak keterasingan.
Hal tersebut lantaran negara-negara lain melakukan pembatasan perjalanan, maskapai menunda penerbangan, dan pemerintah mengevakuasi warganya.
Hal tersebut berisiko memperburuk pelambatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
27 negara telah meloporkan lebih dari 130 kasus, namun belum ada yang fatal.
Sebagian dari mereka adalah orang yang baru-baru ini bepergian ke atau berkunjung dari Hubei.
World Health Organization (WHO) telah menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global pada Jumat (31/1/2020).
Meski demikan, WHO mengatakan pembatasan perdagangan dna perjalanan global tidak diperlukan.
Namun, beberapa negara merespons kekhawatiran penyebaran virus corona dengan meningkatkan kontrol perbatasan.
Singapura, Amerika Serikat dan Australia telah mengumumkan untuk melarang warga negara asing yang baru-baru ini berada di China memasuki wilayah mereka.
Sementara Rusia telah memberlakukan pembatasan visa dan akan mulai mengevakuasi warga Rusia.
Jerman telah melakukan evakuasi terhadap lebih dari 100 orang warganya pada Sabtu (1/2/2020).
Selain itu, Indonesia hari ini Minggu (2/2/2020) juga melakukan evakuasi kepada 243 WNI.
Sementara itu, Amerika Serikat telah mengonfirmasi kasus kedelapan dari virus corona di negara tersebut, Sabtu.
Pentagon mengatakan, akan menyediakan perumahan bagi orang-orang yang datang dari luar negeri yang mungkin perlu dikarantina.
Negara ini juga telah memperkenalkan karantina wajib bagi warga yang datang dari Hubei.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dokter-tangani-korban-virus-corona1.jpg)