Folpip Menolak Konsep Deal of Century yang Digagas Donald Trump untuk Palestina

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan rancangan perdamaian Israel-Palestina yang disebut sebagai Deal of Century.

Folpip Menolak Konsep Deal of Century yang Digagas Donald Trump untuk Palestina
KBRI Amman
Foto ilustrasi: Warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Minggu (12/5/2019) lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan rancangan perdamaian Israel-Palestina yang disebut sebagai Deal of Century.

Alih-alih diterima, gagasan Trump memantik kekecewaan, tidak hanya warga Palestina, melainkan juga masyarakat internasional. Deal of Century juga telah mengabaikan kesepakatan damai dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal inilah yang membuat Forum Ormas dan Lembaga Perempuan Indonesia untuk Palestina (FOLPIP) mendukung sikap yang sejalan dengan pernyataan dari Global Women's Coalition for Al Quds and Palestine (GWCQP) yang tegas menolak dan mengecam Deal of Century.

Baca: Aeshninna Azzahra, Aktivis Lingkungan Cilik yang Surati Donald Trump Berikan Solusi Kurangi Sampah

Baca: Indonesia Desak Anggota OKI Bersatu untuk Solidaritas Palestina

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan kepada media, kemarin, FOLPIP yang beranggotakan 15 organisasi Islam di Indonesia menyatakan menolak dengan tegas gagasan perdamaian Israel-Palestina dari Donald Trump yang dinamai Deal of Century.

Baca: Tolak Rencana Perdamaian Israel-Palestina, Liga Arab Bersikeras Yerusalem Jadi Ibu Kota Palestina

Penolakan tersebut didasarkan, pertama, bahwa Deal of Century semakin melegitimasi penjajahan Israel atas tanah bangsa Palestina. Kedua, Negara Palestina baru yang diusulkan adalah negara semu karena dibentuk dari beberapa wilayah yang terpisah-pisah.

Ketiga, melucuti persenjataan militer Palestina sama dengan menghapus unsur penting sebuah negara yang berkewajiban melindungi warga negaranya, terutama termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak.

Keempat, Deal of Century menetapkan Jerusalem sepenuhnya sebagai ibukota Israel dengan tetap menjamin Umat Islam aman mendatangi Masjid Al-Aqsa merupakan klaim sepihak dan janji-janji manis untuk melegalkan perampasan dan penjajahan.
Kelim, Janji investasi 50 Miliar USD untuk pembangunan Palestina tidak sebanding dengan penderitaan lebih dari 100 tahun bangsa Palestina.
Terakhir, daftar panjang kejahatan kemanusiaan Israel atas bangsa Palestina harus segera dihentikan dan diproses secara hukum dengan seadil-adilnya.
Adara Relief International bersama FOLPIP menghimbau kepada semua pihak, secara lokal atau regional dan internasional untuk terus mendukung kedaulatan dan kemerdekaan Bangsa Palestina, membela hak-hak kaum terjajah dan segera menghentikan penjajahan serta kezhaliman Israel terhadap Bangsa Palestina.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved